Trump Terang-Terangan Ancam Iran dengan Bom Nuklir?

3 hours ago 2

Penampakan awan jamur pada pengeboman atom oleh AS di Nagasaki, Jepang pada 9 Agustus 1945. AS hingga kini merupakan satu-satunya negara yang pernah menggunakan bom nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump kian menunjukkan tanda-tanda frustasi atas kegagalannya menaklukkan Iran. Yang terkini, ia agaknya mengancam akan menggunakan senjata nuklir terhadap Iran.

Sejauh ini AS telah gagal memaksa Iran menyerah dan terjebak dalam permainan blokade di Selat Hormuz. Komentar Trump muncul setelah AS mengebom sasaran di dua pulau Iran menyusul serangan yang diluncurkan Iran terhadap dua kapal perang Amerika. 

"Mereka mempermainkan kami hari ini. Kami menghancurkan mereka," katanya kepada wartawan di Lincoln Memorial. Mengenai apakah gencatan senjata dibatalkan, dia menjawab tidak. “Jika tidak ada gencatan senjata, kalian hanya akan melihat pancaran besar (one big glow) yang muncul dari Iran.”

Aljazirah melansir, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengejek ancaman serangan nuklir terhadap Iran baru-baru ini oleh Donald Trump. “Adalah sebuah absurditas yang mengerikan bahwa mereka mengklaim mengupayakan perdamaian dan mencegah krisis nuklir, namun solusi yang mereka usulkan adalah ‘satu cahaya besar’,” kata Esmaeil Baghaei dalam sebuah postingan di X.

Dia menyertai postingan tersebut dengan klip dari film Amerika tahun 1964, Dr Strangelove atau: Bagaimana Saya Belajar Berhenti Khawatir dan Mencintai Bom, oleh sutradara Stanley Kubrick.

Sindiran antiperang Kubrick menceritakan kisah peluncuran serangan nuklir yang tidak disengaja terhadap Uni Soviet yang coba dihentikan oleh AS tetapi gagal dihentikan. Trump telah menjadikan penghentian program nuklir Teheran sebagai salah satu syarat untuk mengakhiri perangnya dengan Iran.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani mengatakan, tindakan AS yang melanggar hukum merupakan eskalasi serius dan berbahaya yang semakin mengguncang kawasan yang sudah rapuh dan menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Ini ia sampaikan dalam suratnya pada hari Jumat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Iravani memperingatkan bahwa konsekuensi tindakan militer AS di Teluk dan Selat Hormuz “bisa menjadi bencana besar” dan meluas hingga melampaui Timur Tengah. “AS akan memikul tanggung jawab penuh”, tambahnya.

Militer AS mengatakan bahwa pasukannya melumpuhkan dua kapal tanker Iran yang mencoba menerobos blokade Amerika terhadap pelabuhan Iran, sebagai bagian dari upaya AS untuk membuat Iran membuka Selat Hormuz.

Iravani juga meminta sekretaris jenderal dan dewan untuk mendesak AS “untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional dan menahan diri dari tindakan provokatif lebih lanjut”.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |