Kilang minyak milik Pertamina. Korea Selatan mulai menarik perhatian negara-negara produsen minyak di Timur Tengah yang ingin menyimpan minyak mentah di fasilitas cadangan minyak negara tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan mulai menarik perhatian negara-negara produsen minyak di Timur Tengah yang ingin menyimpan minyak mentah di fasilitas cadangan minyak negara tersebut, di tengah blokade berkepanjangan di Selat Hormuz. Seorang pejabat Korea Selatan dan pengamat energi menyebut kondisi itu terjadi setelah jalur pelayaran strategis tersebut terdampak konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kepala Kantor Keamanan Industri dan Sumber Daya Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Yang Gi Uk mengatakan blokade Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada negara pengimpor minyak seperti Korea Selatan, tetapi juga negara produsen minyak yang kini menghadapi keterbatasan ruang penyimpanan.
“Beberapa negara telah menghubungi Korea Selatan untuk melakukan konsultasi terkait kemungkinan penyimpanan minyak mentah di fasilitas cadangan minyak kami,” ujar Yang kepada wartawan, bulan lalu.
Meski tidak menyebut nama negara, Yang mengatakan negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab sangat bergantung pada ekspor minyak mentah bagi perekonomiannya.
Menurut dia, negara-negara tersebut menilai penyimpanan minyak di luar Selat Hormuz dapat membantu mengurangi risiko distribusi dan menjaga peluang penjualan di masa mendatang.
Permintaan penyimpanan minyak meningkat setelah fasilitas penyimpanan di sejumlah negara produsen mendekati kapasitas maksimum akibat terganggunya jalur ekspor sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.
Berdasarkan data Korea National Oil Corporation (KNOC), Korea Selatan memiliki kapasitas penyimpanan minyak sebesar 146 juta barel yang dibangun sejak krisis minyak 1973 dan 1979.
Selama hampir lima dekade, Korea Selatan membangun sembilan fasilitas cadangan minyak di berbagai wilayah, termasuk fasilitas terbaru di Kota Ulsan yang selesai dibangun pada 2021.
Saat ini, fasilitas tersebut menyimpan sekitar 100 juta barel minyak bumi.
sumber : KYODO NEWS
.png)
3 hours ago
2
















































