REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai final Championship Liga 2 2026 dipastikan berlangsung panas saat PSS Sleman menghadapi Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam. Duel perebutan gelar juara itu diprediksi menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional setelah 16 ribu tiket dilaporkan ludes terjual.
Laga tersebut mempertemukan dua tim terbaik dari masing-masing wilayah. PSS Sleman tampil sebagai juara Grup 2 atau Wilayah Timur, sedangkan Garudayaksa FC keluar sebagai penguasa Grup 1 atau Wilayah Barat. Kedua tim juga telah memastikan promosi ke kasta tertinggi Super League musim depan.
Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, mengaku bersyukur timnya berhasil mencapai target promosi. Namun, ia menegaskan Garudayaksa tetap datang ke Sleman dengan ambisi meraih trofi juara.
“Alhamdulillah, puji syukur kami sudah lolos ke Super League dan PSS juga. Kami mengucapkan selamat kepada PSS. Tentunya di final ini semua berharap bisa menampilkan yang terbaik,” ujar Widodo.
Mantan pelatih Persita Tangerang itu menyadari atmosfer Stadion Maguwoharjo bakal menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Dukungan ribuan suporter tuan rumah dinilai mampu memberi tekanan besar kepada lawan.
“Atmosfer di Maguwo ini sangat luar biasa. Mereka didukung ribuan suporter dengan koreografi dan kekompakan yang bagus. Itu membuat tim lawan sulit memenangkan pertandingan di sini,” katanya.
Meski demikian, Widodo menegaskan timnya tidak akan datang dengan rasa pesimistis. Ia meminta para pemain tetap optimistis hingga peluit akhir pertandingan.
“Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Sebelum 90 menit selesai, kami tidak boleh pesimis dan harus tetap optimistis,” tegasnya.
Pemain asing Garudayaksa FC, Everton, juga menegaskan kesiapan tim menghadapi laga final. Menurut dia, pertandingan perebutan gelar memiliki atmosfer berbeda dibanding laga biasa.
“Ini final, pertandingan yang berbeda. Kami senang sudah lolos ke liga dan itu memang target tim. Sekarang kami siap bertarung untuk meraih gelar juara,” ujar Everton.
Widodo turut memastikan kondisi seluruh pemain Garudayaksa berada dalam keadaan siap tempur. Ia menyebut tidak ada pemain yang absen jelang laga final.
“Semua pemain dalam keadaan siap,” katanya.
Meski menyoroti kualitas trio pemain PSS Sleman seperti Rico, Terrens, dan Konstantin yang dominan dalam penguasaan bola, Widodo meminta anak asuhnya tetap mewaspadai seluruh pemain lawan.
“Kami sudah mengantisipasi mereka, tapi bukan hanya tiga pemain itu saja. Semua pemain PSS harus diwaspadai, terutama saat masuk ke area pertahanan kami,” ujarnya.
Widodo juga memastikan Garudayaksa tidak akan bermain bertahan semata. Menurut dia, satu-satunya cara menjadi juara adalah dengan bermain menyerang dan mencetak gol.
“Kalau mau menang dan mau juara, kami harus menyerang dan menciptakan gol,” katanya.
Di luar persiapan final, Widodo turut menyinggung kuatnya nuansa kekeluargaan di tubuh Garudayaksa FC. Ia menyebut klub tetap memberikan perhatian kepada sosok-sosok yang pernah berjasa, termasuk pelatih Irwan yang kini mulai pulih dari sakit.
“Garudayaksa tidak pernah melupakan orang-orang yang pernah berkontribusi. Coach Irwan juga sudah sehat dan mulai kembali melatih sekolah sepak bola,” ucap Widodo.
Meski belum memikirkan rencana musim depan, Widodo berharap laga final kontra PSS Sleman bisa menjadi penutup terbaik bagi perjalanan timnya musim ini.
“Saya ingin menyelesaikan pertandingan ini dulu. Mudah-mudahan laga terakhir ini menjadi momen terbaik buat saya,” katanya.
.png)
3 hours ago
1














































