Akhir dari Segala Takut dan Sedih

11 hours ago 6

Ilustrasi ngaji Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Alquran, Allah berfirman,

يَٰعِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ

yā ‘ibādi lā khaufun ‘alaikumul-yauma wa lā antum taḥzanụn

“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.”

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُوا۟ مُسْلِمِينَ

allażīna āmanụ bi`āyātinā wa kānụ muslimīn

“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.” (QS Az-Zukhruf: 68–69)

Ada ayat-ayat Alquran yang terasa seperti pelukan bagi hati yang lelah. Bukan karena kalimatnya panjang, bukan pula karena bahasanya rumit, tetapi karena ia menyentuh bagian paling sunyi dalam diri manusia: rasa takut dan rasa sedih.

Mungkin itulah yang membuat ayat ini terasa begitu hangat. Di tengah gambaran hari kiamat yang dahsyat, ketika manusia berlarian dengan kecemasan masing-masing, ketika penyesalan memenuhi wajah-wajah yang dahulu sombong di dunia, Allah menghadirkan sebuah panggilan yang sangat lembut:

“Wahai hamba-hamba-Ku…”

Seakan di tengah kekacauan terbesar dalam sejarah manusia, masih ada suara kasih sayang Tuhan yang memanggil orang-orang beriman dengan penuh ketenangan.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah kabar gembira bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan berserah diri kepada-Nya. Pada hari ketika manusia dipenuhi ketakutan, mereka justru diberi keamanan oleh Allah sendiri.

“Tidak ada rasa takut atas kalian hari ini, dan kalian tidak pula bersedih.” Betapa dalam makna kalimat itu.

Manusia sepanjang hidup sebenarnya terus berjalan di antara dua bayangan: takut terhadap apa yang belum terjadi, dan sedih terhadap apa yang telah berlalu.

Kita takut kehilangan.

Takut gagal. Takut ditinggalkan. Takut masa depan tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Dan pada saat yang sama, kita memikul kesedihan-kesedihan lama yang diam-diam menetap di hati. Penyesalan. Luka. Kehilangan. Doa-doa yang belum terjawab. Harapan yang runtuh di tengah jalan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |