Pemda DIY Pastikan Belum Ditemukan Kasus Positif Hantavirus di Yogyakarta

9 hours ago 3

Tiga penumpang meninggal akibat hantavirus dalam kapal MV Hondius, yang tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Kesehatan DIY memastikan hingga awal Mei 2026 belum ditemukan kasus positif hantavirus di wilayah DIY. Namun, kewaspadaan tetap diperkuat melalui surveilans aktif, edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pengendalian populasi tikus sebagai upaya mencegah potensi penularan penyakit zoonosis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi mengatakan, kasus hantavirus pertama kali terdeteksi di DIY pada 2025 melalui surveilans sentinel rutin sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini. Saat itu ditemukan enam kasus positif yang tersebar di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Seluruh pasien dinyatakan sembuh tanpa adanya kasus kematian maupun penularan lanjutan.

“Pada tahun 2026 sampai saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus dari hasil surveilans sentinel rutin yang diperiksa laboratorium. Namun demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan secara aktif bersama dinas kesehatan kabupaten/kota,” jelas Anung.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, enam kasus positif hantavirus pada 2025 terdiri atas tiga kasus di Kabupaten Sleman, dua kasus di Kabupaten Bantul, dan satu kasus di Kota Yogyakarta. Di Sleman, kasus ditemukan di Kecamatan Sleman, Mlati, dan Kalasan.

Sementara di Bantul, kasus berada di Kecamatan Jetis dan Banguntapan, serta satu kasus di Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Dari sisi karakteristik pasien, empat penderita merupakan laki-laki dan dua perempuan dengan rentang usia 31 hingga 79 tahun.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |