Santriwati Pati Diperkosa, Gus Yasin Minta Santri Berani Bersuara Jika Jadi Korban Kekerasan Seks

8 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mendorong para santri/santriwati di Jateng untuk berani bersuara jika mengalami kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Komentarnya terkait dengan kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh di Ponpes Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati.

Gus Yasin mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, kasus dugaan pencabulan dan kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo telah dilaporkan sejak 2024. Dia mengapresiasi para pihak yang terus mengawal pengungkapan kasus tersebut. Termasuk mendorong para terduga korban untuk berani berbicara. 

Menurut Yasin, kasus kekerasan, termasuk pelecehan seksual, sudah kerap terjadi di lingkungan pendidikan, tak terbatas pada ponpes. Dia berpendapat, agar kasus tersebut dapat diungkap, mereka yang menjadi korban harus berani buka suara. 

"Mereka harus berani berbicara, speak up, supaya bisa tertangani," ujar Yasin saat diwawancara di Kota Semarang, Kamis (7/5/2026).

Yasin mengatakan, Pemprov Jateng sudah cukup sering menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan guna mencegah serta menanggulangi praktik kekerasan di lingkungan pendidikan. Namun, berkaca dari kasus di Pati, hal itu tetap berpeluang terjadi.

"Kita tidak memungkiri, ada saja tetap oknum, yang, nyuwun sewu, seperti kemarin ini kejadian, sudah lama (kasus kekerasan seksualnya), dan ternyata pondok pesantrennya mayoritas dari anak yatim. Mereka ditakut-takuti, kalau tidak mau ikut anjuran dari oknum tersebut, mereka akan diganti," ucap Yasin. 

"Sehingga ini yang harus kita bangun, supaya mereka berani speak up terkait permasalahan-permasalahan itu sebenarnya," tambah Yasin.

Dia mengungkapkan, Pemprov Jateng masih terus mengikuti perkembangan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati. "Kami berharap bukan hanya kita kawal kasusnya, ada yang lebih penting, masyarakat yang menjadi korban, karena mereka masih anak-anak ya, masih usia sekolah, kita harus memastikan mereka masih berani untuk sekolah. Ini yang paling penting karena masa depan mereka masih panjang," katanya. 

Yasin pun berjanji, Pemprov Jateng akan membantu para santri/santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus terhambat biaya. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |