REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Senyum bahagia terpancar dari pelajar SDN Giriasih di Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat saat bertemu Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Kedatangan Bupati Jeje ke sekolah yang berada di pegunungan terpencil itu pada Selasa (12/5/2026), menjadi harapan adanya perbaikan sarana dan akses. Ada 116 siswa kelas 1-6 dari tiga desa yakni Desa Cililin, Desa Karangtanjung dan Desa Batulayang.
Mereka setiap harinya harus berjuang dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup jauh dengan medan mendaki dan menurun untuk pulang dan pergi sekolah. "Alhamdulillah Pak Bupati bisa ke sini, kayanya ini yang pertama datang ke sekolah aku," ujar Putri Mutiara Andini (11), siswa kelas 5 SDN Giriasih.
Putri, pelajar asal Kampung Cimuncang, Desa Cililin, bersama teman-temannya setiap hari harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer dengan medan yang cukup ekstrem. Meski begitu, para siswa tak pernah mengeluh asalkan bisa menimba ilmu demi masa depan.
Kehadiran Bupati Bandung Barat pun menjadi angin segar adanya perbaikan sarana dan prasarana. Mereka curhat dan mengutarakan permintaan agar ada perbaikan seperti ruang kelas dan lokasi mandi cuci kakus (MCK).
"Harapannya ada perbaikan sekolah aja sama mungkin jalan juga bisa lebih ramah. Sekarang kan meskipun udah terbiasa tapi kalau hujan takut juga," ucap dia.
Perjuangan para siswa yang mesti berjalan kaki untuk pergi dan pulang ke sekolah membuat Jeje kagum. Ia berbincang langsung dengan para guru dan siswa untuk mendengar aspirasi mereka hingga mengecek langsung kondisi sekolah.
"Kondisi jalanan yang bisa dibilang cukup ekstrem karena kiri-kanan ada jurang, terus tanjakan, juga jalannya sempit sekali, cuma 1-2 meter. Begitu saya melihat kondisi sekolahnya juga mengkhawatirkan, kesulitan di air, karena memang katanya masih banyak genteng, bolong, barolong," kata Jeje.
Pemkab Bandung Barat berjanji bakal merehab ruangan kelas yang rusak hingga mmebangun MCK baru di SDN Giriasih. "Jadi saya minta di Dinas Pendidikan untuk dilakukan perbaikan segera mungkin, karena ini untuk menunjang semangat belajar para siswa yang ada di Desa Karangtanjung," ucap Jeje.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan KBB Edy Syafrudin mengatakan, pihaknya akan mengutus konsultan perencanaan untuk menganalisi kerusakan dan perbaikan yang harus dilakukan di SDN Giriasih.
Namun melihat hasil tinjauan sementara, baru ada satu kelas yang membutuhkan perbaikan. "Nanti ada konsultan perencanaan berapa kelas yang harus direjab. Kalau kelihatannya rehab sedang dan ringan. MCK juga akan dibangun," kata Edy.
Dirinya memastikan rehab bangunan kelas dan pembangunan MCK SDN Giriasih bakal dilakukan tahun ini dengan pagu anggaran sekitar Rp 400 juta. Pihaknya juga berupaya mengakomodir keinginan sekolah untuk membangun sebuah perpustakaan.
"Tahun ini insya Allah, anggarannya Rp 400 juta untuk ruang kelas dan MCK. Kalau perpustakaan pemrintaan sekolah, kalau lahan ada nanti kita lihat anggarannya," kata Edy.
.png)
2 hours ago
2
















































