65 Persen Rakyat Indonesia Terpapar Scam Sehari Sepekan, Kerugiannya Lebih dari Rp9 T

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia dinilai  menghadapi lonjakan kasus penipuan digital yang sangat mengkhawatirkan. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi kerugian akibat kejahatan siber ini telah mencapai angka Rp9,1triliun selama rentang waktu November 2024 hingga Januari 2026.

Skala ancaman ini tercermin dari intensitas laporan yang masuk, di mana rata-rata terdapat seribu pengaduan masyarakat setiap harinya. Edwin Hidayat Abdullah, Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, menekankan urgensi kolaborasi industri dalam menghadapi krisis keamanan siber. Menyoroti data yang mengkhawatirkan, dia mengungkapkan, sebanyak 65% masyarakat Indonesia terpapar upaya scam setidaknya satu kali setiap pekan.

“Skala ancaman ini menuntut pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, mensinergikan kebijakan yang kokoh, peran aktif institusi, serta implementasi teknologi yang mumpuni. Pertahanan digital yang efektif hanya dapat tercapai melalui kerja sama seluruh ekosistem, termasuk peran vital penyedia keamanan identitas digital seperti VIDA,”tegas dia dalam VIDA Beyond Liveness di Jakarta, lewat keterangan tertulis, Selasa(12/5/2026).

Dalam ajang tersebut, VIDA  memperkenalkan ID FraudShield, sebuah inovasi pertahanan berlapis yang dikembangkan khusus untuk mengidentifikasi dan menangkal ancaman penipuan identitas berbasis AI secara real-time.

Peluncuran ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa teknik penipuan telah berevolusi jauh melampaui manipulasi wajah. Pelaku kini menggunakan injection attacks untuk menyisipkan gambar palsu langsung ke sistem verifikasi, emulatorfarms untuk menjalankan ribuan identitas tiruan secara bersamaan, hingga GPS spoofing untuk memalsukan lokasi, semua dirancang agar lolos dari pemeriksaan biometrik tanpa terdeteksi.

Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, menjelaskan, pihaknya ingin menekankan bahwa keamanan digital harus berevolusi. "Kita tidak bisa lagi hanya bergantung pada pemeriksaan orangnya saja, tetapi juga harus memeriksa perangkat dan jaringannya secara simultan. ID FraudShield memberikan visibilitas penuh untuk mendeteksi risiko yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh sistem standar,"kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |