11 Bayi yang Dititipkan di Rumah Bidan Pakem Yogya Anak Mahasiswa

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Polresta Sleman masih melakukan penyelidikan terkait temuan 11 bayi yang dirawat di sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Belasan bayi itu sebelumnya dievakuasi bersama sejumlah dinas terkait pada Jumat (8/5/2026) lalu setelah warga merasa janggal dengan aktivitas di rumah tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan, polisi menerima laporan dari warga setempat yang curiga terhadap keberadaan 11 bayi yang dirawat dalam satu rumah oleh tiga orang pengasuh. "Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut di satu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," ujar Mateus saat ditemui di Polresta Sleman, Senin (11/5/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polresta Sleman bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, pemerintah kalurahan hingga unsur kewilayahan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus evakuasi bayi-bayi tersebut. Dari hasil pendal aman sementara, seluruh bayi diketahui lahir di luar pernikahan.

Orang tua bayi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pekerja. Mereka menitipkan bayi dengan alasan kesibukan dan belum siap mengasuh anak secara langsung. 

"Mengenai identitas-identitas baik orang tua dan anak kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait melalui kemarin rapat bahkan kita koordinasikan dengan baik Dukcapil. Terus dengan kalaupun mengenai orang tuanya juga nanti kita akan tindak lanjut di lebih lanjut bagaimana mereka berstatus sebagai orang tua," ujarnya.

Mateus mengungkapkan, bayi-bayi tersebut awalnya dilahirkan dengan bantuan seorang bidan di wilayah Banyuraden, Gamping, Sleman. Awalnya hanya satu bayi yang dititipkan kepada bidan tersebut karena alasan tertentu. Namun, praktik penitipan itu kemudian berkembang hingga jumlah bayi mencapai 11 anak.

Polisi juga menemukan adanya pembayaran biaya penitipan sebesar Rp50 ribu per hari untuk setiap bayi. Meski bidan yang menangani persalinan diketahui memiliki izin praktik kebidanan, kepolisian masih mendalami legalitas penitipan bayi tersebut.

"Hasil rakor kemarin, praktik kebidanannya ada izin. Tapi untuk semacam penitipannya ini belum," ungkapnya.

Saat ini, keselamatan dan kesehatan bayi menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, tiga bayi harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami penyakit jantung bawaan, hernia, dan sakit kuning. Sementara enam bayi lainnya kini dirawat di Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Dua bayi telah diambil ibu kandungnya.

"Intinya kami di sini mengedepankan dulu keselamatan kesehatan terhadap bayi jangan sampai terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan, hal-hal yang mengganggu kesehatan serta pertumbuhannya. Juga nanti kedepannya status anak akan mendukung daripada masa depan anak tersebut," kata Mateus.

Hingga kini, Polresta Sleman telah meminta klarifikasi terhadap 11 orang, terdiri dari bidan, pengasuh, tokoh masyarakat, hingga enam ibu dari bayi-bayi tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana, termasuk penelantaran anak maupun perdagangan bayi.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |