Penonton Sunset di Kebun 2026 yang digelar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (10/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senja di Kebun Raya Bogor pada akhir pekan lalu bukan sekadar pergantian waktu dari terang menuju gelap. Kala itu, melodi musik tercipta di antara rimbunnya pepohonan. Dentuman bas, petikan gitar, tabuhan drum, dan lirik-lirik magis terhampar dengan apik menyapa penonton "Sunset di Kebun 2026".
Pada Ahad (10/5/2026), ribuan pasang mata duduk bersila di atas tikar dan bean bag warna-warni, yang tersebar kontras di atas hijaunya rumput. Suasananya intim, hangat, dan jauh dari kesan hiruk-pikuk kota yang melelahkan, menciptakan sebuah ruang piknik estetik yang menyatukan manusia dengan alam sekitarnya.
Alam menjadi saksi bagaimana sebuah pertunjukan musik dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif. Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan acara ini merupakan perpaduan antara alam terbuka dan musik harmonis.
"Sunset di Kebun juga berfungsi menegaskan fungsi kebun raya sebagai tempat wisata alam yang sarat akan edukasi keanekaragaman hayati Indonesia dan diharapkan dapat memicu kecintaan terhadap lingkungan," ujar Marga.
Festival ini unik. Mengusung tema "Music Show with Green Conservation and Culture Movement", sebuah upaya nyata untuk mendekatkan generasi muda pada isu lingkungan melalui pengalaman audio-visual yang autentik.
Program yang dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini berhasil mengubah wajah Kebun Raya menjadi pusat edukasi hayati yang dibalut hiburan kreatif. Menurut Marga, festival musik hanyalah pintu masuk yang efektif bagi anak muda.
"Festival musik itu hanya media saja, yang sangat efektif untuk anak muda dalam rangka menyampaikan pesan-pesan lingkungan yang dimiliki oleh kebun raya, pesan lingkungan seperti konservasi, promosi tumbuhan tanaman langka dan sebagainya," ujarnya.
.png)
4 hours ago
2
















































