Sejumlah warga melakukan kampanye pilah sampah saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) perdana di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Ahad (10/5/2026). RIbuan warga meramaikan pemberlakukan HBKB atau Car Free Day (CFD) perdana di Jalan Rasuna Said dengan melakukan beragam aktivitas seperti jalan santai, lari, bersepeda, senam, hingga menghadiri pencanangan gerakan Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar hotel, restoran, dan kafe di ibu kota ikut melakukan gerakan pilah sampah secara mandiri. Pramono meminta gerakan tersebut berjalan baik dan berkelanjutan, sehingga mampu mengatasi persoalan sampah di Jakarta.
“Untuk hotel, restoran, dan kafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan (sampah), karena memang sampah organik adalah hotel, restoran, dan kafe,” ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sementara untuk pasar, baik yang berada di bawah naungan Pasar Jaya maupun yang tidak, pemilahan sampah, khususnya organik juga sudah mulai dilakukan. Bahkan, kata Pramono, sampah organik dari pasar-pasar tersebut diolah sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk.
Selain pasar dan hotel, restoran serta kafe, dia juga sudah meminta kepada seluruh jajaran Pemprov Jakarta untuk ikut melaksanakan gerakan pilah sampah.
“Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial. Kami serius, karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta, karena Bantargebang sudah tidak mampu lagi,” tegas Pramono.
Dia pun memberikan arahan kepada Biro Kepala Daerah (KDH) Jakarta untuk mengevaluasi gerakan pilah sampah setiap dua pekan sekali.
“Dengan demikian, seluruh jajaran pasti akan bergerak untuk itu. Bahkan, saya sudah minta kepada Biro KDH setiap dua minggu sekali, kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini,” ujar Pramono.
sumber : Antara
.png)
7 hours ago
8
















































