Jelang Haji, Penukaran Riyal di BSI Melonjak 76 Persen

2 hours ago 1

Calon haji memperlihatkan uang riyal hasil penukaran pada mobil kas keliling Bank Jatim di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (24/4/2025). Layanan penukaran uang tersebut dimanfaatkan jamaah calon haji yang membutuhkan uang riyal untuk transaksi keuangan di Tanah Suci.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjelang keberangkatan haji, kebutuhan uang saku dalam mata uang Arab Saudi mulai meningkat. Hal itu tercermin dari lonjakan transaksi penukaran riyal di PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang naik 76 persen pada periode April-Mei 2026 dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan ini mengikuti pergerakan calon jamaah haji yang mulai bersiap berangkat, termasuk menyiapkan biaya hidup selama di Tanah Suci. Pada 22 April lalu, kloter pertama jamaah haji Indonesia telah diberangkatkan, menandai dimulainya operasional haji tahun ini dengan total sekitar 221 ribu jamaah dari berbagai embarkasi.

BSI pun memperluas layanan di titik-titik keberangkatan. Bank tersebut menyiapkan 22 booth di 16 embarkasi utama dan enam embarkasi antara. Layanan yang tersedia meliputi penukaran riyal, konsultasi perbankan haji, hingga fasilitas pendukung seperti mesin pijat di beberapa lokasi.

Dari sisi pengelolaan dana, BSI masih menjadi pemain utama. Sekitar 83 persen calon jamaah haji Indonesia tercatat menggunakan layanan tabungan haji di bank ini. Totalnya mencapai lebih dari 7,2 juta rekening, dengan hampir separuhnya sudah masuk daftar tunggu keberangkatan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan persiapan layanan dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan jamaah. “Kami terus mengoptimalkan layanan haji jelang musim haji hingga kepulangan jamaah haji Indonesia setibanya di Tanah Air,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Selain penukaran uang, BSI juga mendorong jamaah beralih ke transaksi nontunai. Fasilitas yang disiapkan antara lain layanan call center, kartu debit internasional, serta aplikasi transaksi digital yang dapat digunakan di Arab Saudi.

Bob mengingatkan penggunaan transaksi cashless dapat mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar. “Kami mengimbau jamaah memanfaatkan transaksi nontunai agar lebih aman dan nyaman selama beribadah,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |