Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Seorang pejabat senior militer Iran memperingatkan bahwa Teheran akan mengungkap kemampuan angkatan laut baru jika Amerika Serikat meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz. Tindakan itu disebut sebagai bagian dari strategi pencegahan Iran.
Al Mayadeen melaporkan pada hari Rabu bahwa Mohammad Akbarzadeh, asisten politik komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengatakan Iran siap untuk mengungkap sistem maritim canggih, termasuk apa yang ia gambarkan sebagai “teknologi penargetan cerdas.”
Dia mengatakan Angkatan Laut IRGC akan memperkenalkan kemampuan ini sebagai respons terhadap apa yang dia sebut sebagai potensi “kesalahan strategis” lain yang dilakukan Washington.
Akbarzadeh mengeluarkan peringatan keras mengenai kehadiran militer AS di wilayah tersebut, dengan menyatakan bahwa aset angkatan laut Amerika akan menghadapi konsekuensi yang parah jika terjadi serangan terhadap Iran.
“Kapal perang raksasa AS akan terbakar dan tidak dapat digunakan jika ada agresi yang dilancarkan terhadap Iran,” katanya, menggarisbawahi meningkatnya retorika antara kedua belah pihak.
Dia menambahkan bahwa tanggapan Iran tidak akan terbatas pada pasukannya sendiri. Mereka menyatakan “daya yang tersisa” dalam Poros Perlawanan akan diaktifkan jika terjadi eskalasi lebih lanjut.
Dampak serangan rudal Houthi dari Yaman di dekat Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Ahad (4/5/2025).
Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan para pejabat senior Iran yang menekankan bahwa Teheran belum mengerahkan kemampuan militernya secara penuh.
Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi mengatakan bahwa setiap agresi baru akan dibalas dengan serangan menggunakan sistem yang baru dikembangkan yang diperkenalkan pada Januari 2026, yang menyoroti persenjataan rudal dan drone canggih Iran.
Naqdi juga menekankan bahwa pasukan darat Iran masih menjadi komponen utama kekuatannya dan belum dimanfaatkan, seraya menambahkan bahwa negara tersebut masih memegang “kartu penting dan unggul.”
Menanggapi klaim bahwa kekuatan angkatan laut Iran telah melemah, Naqdi menolak pernyataan tersebut, dengan menunjuk pada tekanan strategis yang terus berlanjut di Selat Hormuz.
“Kalau musuh sudah melenyapkannya, kenapa mereka tidak bisa membuka Selat Hormuz?” katanya, dengan alasan bahwa kemampuan angkatan laut Iran tetap utuh dan efektif.
.png)
2 hours ago
1
















































