Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Perang di Timur Tengah yang pecah antara Iran dan AS-Israel diprediksi berkepanjangan, menyusul bergabungnya kelompok Houthi yang mengancam penutupan Selat Bab al-Mandab. Dampaknya, harga komoditas minyak mentah dunia diprediksi melonjak lebih tinggi. Indonesia perlu mewaspadai berbagai risiko dan dampak yang bakal timbul akibat kondisi tersebut.
“Perang Iran vs Israel+AS akan berlangsung lama. Kita harus bersiap bahwa harga energi, khususnya minyak dan LPG akan meningkat,” ungkap ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, saat dihubungi Republika, Senin (30/3/2026).
Harga minyak mentah dunia saat ini terpantau telah menembus level 115 dolar AS per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.
Dengan terjadinya lonjakan harga minyak mentah dunia, beban anggaran negara untuk subsidi dan kompensasi energi akan membengkak. Defisit APBN tak ayal berpotensi melebar.
“Defisit APBN akan melejit, inflasi akan meningkat, daya beli masyarakat akan melemah,” tegasnya.
Pada saat yang bersamaan, lanjut Wijayanto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi semakin melemah. Posisi rupiah pada penutupan perdagangan Senin (30/3/2026) telah menembus level Rp 17.002 per dolar AS. Mata uang Garuda diprediksi masih akan terus terkoreksi.
“Rupiah berpotensi semakin tertekan. Jika tidak hati-hati, Indonesia bisa mengalami krisis fiskal yang dapat berujung pada krisis nilai tukar rupiah,” ungkapnya.
Tekanan terhadap rupiah, kata Wijayanto, sebenarnya lebih disebabkan oleh situasi fiskal yang kurang solid sebelum perang Iran vs AS-Israel pecah. Namun, peperangan yang terus bergulir di Timur Tengah tersebut telah memperburuk nilai tukar rupiah.
.png)
9 hours ago
4















































