Perang Iran, Siapa Bertahan, Siapa Menyerah? Ini Penjelasan Editorial Dunia

3 hours ago 1

Petugas pemadam kebakaran Israel berupaya memadamkan api di sebuah mobil di lokasi terkena proyektil setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel. -

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kini memasuki fase yang membingungkan, bukan karena kurangnya peristiwa, tetapi karena terlalu banyak kontradiksi.

Serangan terus berlangsung, namun sinyal perdamaian juga muncul. Jalur energi dunia terguncang, tetapi strategi akhir belum terlihat. Dalam situasi seperti ini, editorial dari berbagai kantor berita internasional justru memberi gambaran paling jernih: perang ini bukan lagi soal kemenangan cepat, melainkan pertarungan daya tahan. Berikut pertanyaan-pertanyaan kunci, dan jawabannya, berdasarkan pembacaan editorial global.

1. Apa yang sebenarnya terjadi dalam perang Iran saat ini?

Berdasarkan editorial The Guardian, perang telah memasuki fase perang gesekan (war of attrition). Tidak ada tanda kemenangan cepat dari pihak Amerika Serikat maupun keruntuhan Iran.

Kedua pihak saling menyerang, saling mengklaim keberhasilan, sekaligus menutupi kelemahan masing-masing. Konflik ini bahkan telah meluas dampaknya ke ekonomi global, dari rantai pasokan energi hingga harga pupuk dan bahan bakar.

2. Apakah perang ini akan segera berakhir?

Menurut editorial China Daily, ada sinyal bahwa Presiden Donald Trump mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri perang—bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup.

Gedung Putih menilai bahwa membuka jalur tersebut justru akan memperpanjang konflik melebihi target waktu yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa Washington mulai bergeser dari strategi militer ke kalkulasi politik dan diplomasi.

3. Mengapa perang ini terlihat tidak punya arah yang jelas?

Editorial The Guardian menilai tidak ada strategi menyeluruh dari pihak Amerika Serikat. Trump dinilai mencampuradukkan ancaman eskalasi dengan klaim adanya negosiasi, tanpa bukti jalur diplomatik yang nyata.

Di saat yang sama, pengerahan militer terus berlangsung. Kondisi ini menciptakan narasi yang tidak konsisten, antara perang dan perdamaian yang berjalan bersamaan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |