Tak Puas, Mayoritas Pemukim Israel Minta Netanyahu Pensiun dari Politik

6 hours ago 2

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Mayoritas pemukim Israel menginginkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mundur dari panggung politik. Selain itu, para pemukim zionis memandang negatif kesepakatan yang baru-baru ini dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Jajak pendapat yang dirilis program televisi Israel, Channel 12, menemukan bahwa 59 persen responden meyakini Netanyahu harus pensiun dari dunia politik dan tidak lagi mencalonkan diri untuk jabatan publik apa pun di masa depan, dilansir dari Al Mayadeen, Ahad(21/6/2026).

Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu, di mana sebagian besar responden secara terbuka mendukung kepergiannya dari kehidupan publik.

Terkait potensi suksesi kepemimpinan di dalam tubuh Partai Likud, Menteri Ekonomi Nir Barkat muncul sebagai kandidat favorit dengan memperoleh tingkat persetujuan sebesar 18 persen. Posisi berikutnya diikuti oleh Wakil Perdana Menteri Yariv Levin dan Menteri Keamanan Israel Katz.

Aktivis di Meksiko hancurkan patung PM Israe Benjamin Netanyahu sebagai bentuk protes atas apa yang terjadi Gaza, Palestina.

Kesepakatan AS-Iran Dipandang Negatif

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 67 persen warga Israel menganggap kesepakatan yang ditandatangani antara Washington dan Teheran berdampak buruk bagi stabilitas keamanan Israel.

Selain itu, sebagian besar partisipan menilai performa Perdana Menteri Netanyahu maupun Presiden AS Donald Trump "buruk" atau "gagal" dalam mengelola perang yang terjadi dengan Iran baru-baru ini.

Mengenai program nuklir Teheran, sebanyak 45 persen responden menyatakan keyakinan mereka bahwa Iran pada akhirnya akan berhasil memperoleh senjata nuklir.

Sebaliknya, 31 persen responden meyakini Iran tidak akan berhasil mendapatkan senjata nuklir, sementara 24 persen sisanya menyatakan ragu-ragu atau tidak pasti.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |