REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tradisi lulur berbahan alami yang berkembang di lingkungan Keraton Yogyakarta selama berabad-abad terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. Perawatan tubuh menggunakan racikan rempah, bunga, daun, dan akar tanaman tidak hanya dipercaya membantu merawat kulit, tetapi juga menjadi bagian dari filosofi hidup yang menekankan keseimbangan antara tubuh dan alam.
Dalam tradisi keraton, lulur digunakan sebagai ritual perawatan tubuh untuk membersihkan kulit, menjaga kelembapan, sekaligus memberikan rasa rileks. Berbagai bahan alami yang digunakan diyakini memiliki manfaat berbeda, mulai dari membantu menenangkan kulit hingga memberikan aroma yang menenangkan.
Seiring berkembangnya industri kecantikan, tradisi tersebut kini mulai dikemas dalam bentuk produk modern agar lebih mudah digunakan masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satunya dilakukan oleh Purbasari yang memperkenalkan kembali konsep lulur keraton melalui rangkaian produk berbahan dasar teh dan ekstrak tumbuhan.
Sebagai bagian dari upaya mengenalkan kembali tradisi tersebut, Purbasari beberapa waktu lalu menggelar kegiatan A Touch of Royal Beauty di kawasan Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta. Dalam kegiatan itu, belasan perempuan dari kalangan Generasi Z diajak meracik sendiri lulur tradisional khas Keraton Yogyakarta menggunakan bahan-bahan alami.
Brand Executive Purbasari, Carensca, dikutip dari siaran pers, Kamis (6/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kembali kekayaan tradisi perawatan tubuh Indonesia kepada generasi muda. "Kami ingin melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Kami berharap masyarakat bisa kembali mengenal dan merasakan tradisi perawatan ala keraton," ujarnya.
Salah satu bahan yang diangkat dalam produk tersebut adalah ekstrak chamomile yang dikenal memiliki efek menenangkan pada kulit, ekstrak teh hijau yang kaya antioksidan, minyak melati yang memberikan aroma khas, serta niacinamide yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit modern untuk membantu mencerahkan tampilan kulit.
Perpaduan bahan-bahan alami dengan formulasi modern dinilai menjadi salah satu cara agar tradisi lulur tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Selain menghadirkan sensasi relaksasi saat mandi, konsep tersebut juga diharapkan dapat memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi yang lebih muda.
Pelestarian tradisi perawatan tubuh Nusantara dinilai penting di tengah semakin berkembangnya tren penggunaan produk kecantikan dari berbagai negara. Melalui inovasi berbasis kearifan lokal, warisan budaya seperti lulur keraton diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin dikenal sebagai bagian dari identitas kecantikan Indonesia.
.png)
1 hour ago
1
















































