REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Olivia Rodrigo kembali menyuarakan dukungannya terhadap Planned Parenthood di tengah tekanan yang dihadapi organisasi tersebut akibat kebijakan Presiden Donald Trump. Planned Parenthood merupakan organisasi nirlaba besar di Amerika Serikat yang menyediakan layanan kesehatan reproduksi, edukasi seksual, dan advokasi hak-hak kesehatan.
Dukungan tersebut ditampilkan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram Daisy Chain Fields, festival musik khusus perempuan yang digagas Rodrigo. Melalui video tersebut, ia menyampaikan bahwa hampir 30 pusat layanan kesehatan Planned Parenthood telah ditutup sejak Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang One Big Beautiful Bill Act. Aturan tersebut secara resmi mencabut pendanaan federal dari fasilitas-fasilitas Planned Parenthood.
Video yang diiringi lagu "My Way", kemudian memperlihatkan Rodrigo bersama beberap perempuan lainnya berdiri dengan ekspresi serius, sebelum kemudian mulai menari. Tulisan di layar pun menampilkan tulisan, "namun kami tidak akan pernah berhenti memperjuangkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi".
Rodrigo memang telah lama menjadi pendukung Planned Parenthood. Pada 2025, ia menerima Catalyst of Change Award dari organisasi tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya.
Presiden dan CEO Planned Parenthood Federation of America, Alexis McGill Johnson, mengatakan pihaknya sangat menghargai keterlibatan Rodrigo dalam memperjuangkan layanan kesehatan reproduksi, terutama ketika akses terhadap layanan yang diberikan pusat-pusat kesehatan Planned Parenthood menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Langkah Olivia memanfaatkan platform yang dimilikinya untuk bekerja sama dengan Planned Parenthood dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebebasan reproduksi, pentingnya layanan kesehatan yang disediakan organisasi tersebut, serta berbagai cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu melindunginya," kata Johnson dilansir laman Variety, Kamis (6/8/2026).
Selain mendukung Planned Parenthood, Rodrigo juga beberapa kali melontarkan kritik terhadap Trump. Pada Juni lalu, dia mengecam pemerintahan Donald Trump dan Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) setelah lagu miliknya dipakai tanpa izin dalam video propaganda deportasi, la menyebut tindakan agensi tersebut sebagai hal yang biadab dan kejam.
"Apa yang mereka lakukan sangat mengerikan, biadab, dan kejam. Saya benar-benar sedih berada di negara yang menganggap hal itu dapat diterima," kata Rodrigo kala itu.
Sebelumnya, Trump menandatangani One Big Beautiful Bill Act menjadi undang-undang pada 4 Juli 2025. Undang-undang tersebut mencabut pendanaan bagi Planned Parenthood sekaligus memangkas pendanaan Medicaid dari pemerintah federal, sehingga mempersulit perempuan untuk memperoleh layanan kesehatan yang terjangkau.
Meski demikian, Trump sebelumnya pernah menyampaikan dukungan terhadap Planned Parenthood. Dalam konferensi pers pada 2016, ia mengatakan bahwa organisasi tersebut telah melakukan pekerjaan yang sangat baik bagi jutaan perempuan.
"Planned Parenthood telah melakukan pekerjaan yang sangat baik bagi banyak sekali, jutaan perempuan. Saya akan mengatakannya. Saya tahu banyak kaum konservatif yang tidak menyukainya karena saya seorang konservatif, tetapi saya adalah konservatif yang menggunakan akal sehat," kata Trump pada 2016.
.png)
1 hour ago
1














































