Pengangguran Terbuka di Jateng Capai 960 Ribu Orang per Mei 2026

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan, jumlah pengangguran terbuka di Jateng per Mei 2026 mencapai 960 ribu orang. Jika dibandingkan dengan Februari 2026, jumlah tersebut meningkat sebanyak 15.530 orang.

Kepala BPS Jateng Ali Said mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, penduduk usia kerja di Jateng mencapai 30,3 juta orang atau bertambah 87.620 orang dibandingkan Februari 2026. Dari total penduduk usia kerja tersebut, yang termasuk angkatan kerja tercatat sebanyak 22,36 juta orang. Sementara itu, sisanya bukan angkatan kerja.

"Komposisi angkatan kerja pada Mei 2026 terdiri atas 21,4 juta orang yang bekerja dan 0,96 juta orang pengangguran atau sekitar 960 ribu orang pengangguran," kata Ali saat menyampaikan Rilis Indikator Strategis Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Jateng bertambah 31.900 orang. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja meningkat sebanyak 16.360 orang. "Sementara itu, jumlah pengangguran bertambah 15.530 orang," ujar Ali.

Ali menerangkan, berdasarkan Sakernas Mei 2026, terdapat tiga lapangan usaha di Jateng dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi, yakni sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan sebesar 27,42 persen, industri pengolahan sebesar 20,77 persen, serta perdagangan besar dan eceran sebesar 16,63 persen.

Menurut BPS Jateng, sebanyak 35,80 persen penduduk yang bekerja di Jateng per Mei 2026 berstatus sebagai buruh atau karyawan. Sementara itu, hanya 3,20 persen penduduk bekerja berstatus sebagai berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar.

Ali menjelaskan, berdasarkan status pekerjaan, penduduk yang bekerja dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni formal dan informal. "Ada sekitar 39 persen yang masuk dalam kategori kegiatan formal dan 61 persen masuk dalam kegiatan informal," ujarnya.

Ia mengatakan, selama Februari hingga Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal meningkat sebanyak 5.960 orang. Sementara itu, dari sisi tingkat pendidikan, Ali menyebut berdasarkan data Sakernas Mei 2026, sebagian besar penduduk yang bekerja di Jateng merupakan lulusan SD ke bawah, yakni sebanyak 41,26 persen atau sekitar 8,83 juta orang.

"Sementara itu, sekitar 10,38 persen dari total penduduk yang bekerja berpendidikan tinggi, yakni lulusan Diploma IV, S-1, S-2, S-3, serta Diploma I, II, dan III yang masing-masing sebesar 8,11 persen dan 2,27 persen," kata Ali.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |