Pekerja berjalan di lokasi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/2/2025). Fasilitas Smelter PTFI yang mengalami kebakaran pada Senin 14 Oktober 2024 tersebut direncanakan mulai beroperasi kembali pada akhir Juni 2025 dan secara bertahap akan mencapai tingkat produksi 100 persen pada akhir tahun 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya penguatan hilirisasi mineral nasional terus menunjukkan perkembangan. PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di Manyar, Gresik, Jawa Timur, mulai kembali beroperasi dan mengolah konsentrat tembaga pada September 2026.
Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan persiapan operasional smelter berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Peningkatan kapasitas produksi tambang secara bertahap akan menjadi penopang pasokan bahan baku bagi fasilitas tersebut.
"Saat ini semuanya berjalan sesuai jadwal. Pada kuartal II 2026 tingkat utilisasi meningkat menjadi sekitar 50 persen. Pada level tersebut seluruh konsentrat masih bisa diserap oleh smelter PT Smelting," kata Tony, Jumat (20/6/2026).
Ia menjelaskan, memasuki kuartal III 2026 tingkat utilisasi operasi tambang ditargetkan meningkat menjadi sekitar 65 persen. Dengan peningkatan tersebut, mulai tersedia konsentrat yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan smelter Manyar.
Menurut Tony, fasilitas pengolahan tersebut diperkirakan mulai mengolah konsentrat pada September 2026. Namun pada tahap awal, volume pengolahan masih akan dilakukan secara terbatas seiring proses peningkatan kapasitas secara bertahap.
"Kira-kira bulan September akan produksi dan mulai mengolah konsentrat kembali, tetapi dengan jumlah yang masih terbatas," ujarnya.
PTFI juga telah menyusun target peningkatan utilisasi secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh. Hingga akhir 2026, tingkat utilisasi ditargetkan berada pada level 65 persen. Selanjutnya meningkat menjadi 75 persen pada akhir semester I 2027 dan terus bertambah hingga mencapai 100 persen pada akhir semester II 2027.
Peningkatan kapasitas smelter Manyar dinilai penting dalam mendukung agenda hilirisasi mineral yang menjadi salah satu fokus pemerintah. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, kapasitas pengolahan konsentrat tembaga di dalam negeri akan semakin besar sehingga dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.
.png)
15 hours ago
6

















































