Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 245 poin atau 4,20 persen ke level 5.595, hal tersebut memperpanjang tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan data perdagangan saham yang bervariasi dalam sepekan terakhir, 15—19 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup di level 6.177 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 10.788 triliun.
“Peningkatan tertinggi terjadi pada pergerakan IHSG selama sepekan sebesar 2,82 persen sehingga ditutup pada level 6.177,139 dari posisi 6.007,656 pada pekan lalu,” tulis BEI dalam keterangan resmi, dikutip Ahad (21/6/2026).
Kemudian, nilai kapitalisasi pasar BEI mengalami peningkatan. Tercatat pada periode 15—19 Juni 2026, kapitalisasi pasar naik 2,51 persen menjadi Rp 10.788 triliun dari posisi Rp 10.524 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, kinerja lainnya tercatat mengalami penurunan. Rata-rata nilai transaksi harian pada pekan ini mengalami penurunan sebesar 1,02 persen menjadi Rp 24,81 triliun dari Rp 25,06 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mengalami penurunan sebesar 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham dari 36,14 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami penurunan, yakni sebesar 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi dari 2,51 juta kali transaksi pada pekan lalu.
“Investor asing hari ini (akhir pekan ini) mencatatkan nilai jual bersih Rp 3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 68,25 triliun,” terangnya.
Dalam sepekan terakhir, BEI melakukan sejumlah kegiatan sebagai upaya memperkuat transparansi dan literasi untuk mendorong ketahanan sektor pasar modal.
.png)
5 hours ago
2






































