REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah (Jateng), Antonius Yogo Prabowo, angkat bicara soal mundurnya puluhan pengurus inti di belasan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI di Kota Semarang. Meski menyayangkan langkah tersebut, Antonius menegaskan seluruh kader harus patuh pada keputusan Ketua Umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep.
Mundurnya puluhan pengurus di belasan DPC PSI di Kota Semarang dipicu oleh susunan kepengurusan di DPD PSI Kota Semarang. Mereka mengeklaim struktur kepengurusan DPD yang disahkan DPP berbeda dengan yang disetujui segenap DPC di Kota Semarang
Menanggapi hal itu, Antonius Yogo Prabowo, mengatakan, dalam proses penyusunan struktur kepengurusan, partainya selalu menampung suara atau aspirasi dari segenap kader, termasuk mereka yang tergabung dalam DPC. Namun penetapannya tetep menjadi kewenangan DPP.
"Di AD/ART tidak ada, misalnya, seperti di partai lain, yang diusulkan DPC kemudian naik. Aspirasi tentu akan menjadi masukan berharga bagi kami. Tapi semua keputusannya kan di DPP, di Mas Ketum," ungkap Antonius ketika dihubungi Republika, Senin (23/2/2026).
Dia menerangkan, pada Oktober 2025 lalu, DPP PSI telah menerbitkan surat keputusan (SK) penetapan kepengurusan DPD PSI Kota Semarang periode 2025-2030. Dalam SK tersebut, Bangkit Mahanantiyo menjabat ketua. Sedangkan posisi sekretaris dan bendahara masing-masing diisi oleh Melly Pangestu serta Aisyah Firdausa
Susunan kepengurusan itu yang ditolak puluhan pengurus DPC PSI di Kota Semarang. Mereka menilai, struktur tersebut tak sesuai dengan apa yang telah disepakati segenap pengurus DPC. Sebab mereka menghendaki Bayu Romawan menjabat sekretaris dan Irwan Leokita sebagai bendahara. Sementara kursi ketua tetap diduduki Bangkit Mahanantiyo.
Menurut Antonius, keputusan DPP PSI menetapkan struktur kepengurusan DPD PSI Kota Semarang 2025-2030 telah melewati pertimbangan matang dan dianggap sebagai pilihan terbaik. "Perpaduan ini yang nanti akan membesarkan PSI Semarang," ujarnya.
Karena itu, dia menilai, semestinya tidak boleh ada pihak yang memaksakan kehendak. "Satu hal dari kongres nasional kemarin, kami ingat betul, semuanya harus mau diatur dan ditata. Jangankan di DPD, DPW hari ini dicopot, diganti oleh Mas Ketum, siapapun juga harus siap," kata Antonius.
Menurut Antonius, ketidaksesuaian antara apa yang dinginkan para kader DPC di Kota Semarang dan apa yang diputuskan DPP PSI menjadi pemicu atau sumber kekecewaan mereka. Namun dia mengingatkan mereka telah berkomitmen untuk tegak lurus dengan Ketum.
"Sekali lagi dibutuhkan bahwa semuanya harus manut, harus ngikut, diatur Mas Ketum. Jangankan DPC, DPD, DPW, DPP pun harus ikut, karena ini benar-benar ditata dengan segala pertimbangan Mas Ketum untuk membesarkan partai," ucap Antonius.
.png)
3 hours ago
1
















































