Wali siswa mengantar pelajar ke sekolah dengan menggunakan perahu penyeberangan untuk melintasi sungai Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyebutkan sebanyak 71 sekolah telah memulai kembali aktivitas belajar mengajar pascabencana banjir bandang yang telah merusak 394 unit sarana pendidikan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Laznas BSI Maslahat bersama IIKBSI menyalurkan bantuan senilai Rp 30 juta untuk anak dan santri penyintas banjir di Sumatera melalui kegiatan bakti sosial. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh IIKBSI Kantor Pusat kepada BSI Maslahat di Masjid Baitus Salamil Ikram, The Tower, Jakarta, belum lama ini.
Bantuan akan disalurkan dalam bentuk Alqur’an serta buku-buku yang sangat dibutuhkan anak-anak dan santri yang terdampak bencana. Pembina Utama IIKBSI Pusat, Lisa Yovita Siregar, menyampaikan bahwa donasi ini lahir dari kepedulian dan rasa solidaritas seluruh anggota IIKBSI.
“Donasi ini murni dari rasa kebersamaan dan kepedulian IIKBSI. Terima kasih kepada BSI Maslahat yang selalu menjadi garda terdepan dalam berkolaborasi untuk menebar kebaikan,” ujar dia lewat keterangan tertulis, Senin (12/1/2025).
Direktur Sales & Distribution BSI Maslahat, Nasrudin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mulia tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggitingginya kepada seluruh Pembina & Pengurus IIKBSI Pusat. Insya Allah, amanah ini akan kami salurkan dengan cepat dan tepat kepada anak-anak dan para santri yang terdampak bencana,”ujar dia.
Pascabanjir besar yang melanda Sumatera, ribuan anak kehilangan buku belajar mereka yang lenyap tersapu derasnya air yang meluluh lantakkan rumah dan sekolah. Tak hanya itu, sejumlah pesantren turut mengalami kerusakan sarana dan prasarana, sehingga aktivitas belajar dan menghafal Alqur’an pun terhenti sementara.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu anak-anak sekolah kembali menata mimpi dan semangat belajar mereka pasca banjir. Bagi para santri, bantuan AlQur’an diharapkan dapat menjadi cahaya untuk kembali menghidupkan lantunan hafalan dan aktivitas pesantren yang sempat terhenti.
.png)
1 month ago
49















































