Poster film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar. Joko menjelaskan sosok hantu dalam film Ghost in the Cell memiliki karakter layaknya cicak yang melata dan berburu mangsa.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Joko Anwar mengungkapkan alasan di balik penggunaan lagu "Cicak-Cicak di Dinding" untuk soundtrack film horor komedi terbarunya Ghost in the Cell. Menurut dia, lagu ini dipilih karena mampu mereprentasikan sosok hantu yang ada di film tersebut.
"Lagu ini dipilih karena kelakuan dari hantunya itu seperti cicak-cicak yang ada dinding. Sesuai dengan liriknya cicak-cicak di dinding," kata Joko dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Joko menjelaskan sosok hantu dalam film Ghost in the Cell memiliki karakter layaknya cicak yang melata dan berburu mangsa. Menurut Joko, sosok hantu di film ini akan berbeda dengan hantu yang ada di film-film sebelumnya.
"Dia melata, mencari mangsa. Hantu di sini nggak kayak hantu di film horor yang hanya menakut-nakuti, tapi dia punya niat. Jadi hantu di film-film kita adalah karakter juga, dan di sini juga hantu itu karakter," ujarnya.
la juga menyinggung bahwa cicak merupakan versi kecil dari tokek. Dalam film tersebut memang terdapat karakter bernama Tokek yang diperankan Aming. Meski tidak menjelaskan secara detail keterkaitan keduanya, ia menegaskan bahwa Tokek merupakan karakter yang unik.
"Dan cicak itu kayak versi kecil dari tokek. Karena di film kita ada Tokek, kalau lagunya tokek, tokek di dinding, nggak ada lagunya, tapi cicak-cicak di dinding itu memang kelakuan dari ghost kita," kata dia.
Dalam trailer yang dirilis, lagu "Cicak Cicak di Dinding" diaransemen ulang menjadi lebih mencekam, mengiringi setiap adegan di penjara fiktif bernama Labuan Angsana. Ceritanya mengikuti dua kelompok napi yang tidak pernah akur di penjara. Namun mereka terpaksa bekerja sama setelah muncul teror misterius berupa sosok hantu yang membunuh para narapidana satu per satu.
.png)
5 hours ago
4
















































