Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mousavi, Selasa (25/2/2026), bertemu dengan Menteri Pertahanan Armenia Suren Papikyan di Teheran.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mousavi, Selasa (25/2/2026), bertemu dengan Menteri Pertahanan Armenia Suren Papikyan di Teheran. Pada kesempatan itu, Mousavi menjelaskan soal kondisi dan situasi keamanan regional, termasuk sikap Iran terhadap Amerika Serikat (AS).
“Kami tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang apa pun, dan pendekatan kami di masa lalu adalah mencegah meluasnya perang serta mengurangi korban jiwa. Namun, tindakan Amerika Serikat telah memaksa kami untuk mengubah pendekatan. Jika mereka melakukan kesalahan kali ini, kami akan menimbulkan korban besar pada musuh. Bangsa dan angkatan bersenjata kami bertekad untuk berdiri melawan sistem hegemonik sampai akhir," ujar Mousavi dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.
Mousavi mengatakan, kehadiran kekuatan ekstra-regional bertentangan dengan kepentingan rakyat kawasan dan menjadi penyebab ketidakstabilan serta ketidakamanan. Merujuk pada niat jahat kekuatan ekstra-regional di kawasan, Mousavi mengatakan, dunia sedang bertransisi menjauh dari sistem unipolar dan unilateralisme. Amerika tidak dapat mentoleransi pergeseran ini dan berupaya memaksakan hegemoninya melalui tindakan yang tidak sah dan ilegal. Namun, peralihan dari sistem unipolar tidak dapat dihindari.
Terkait dengan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Armenia, Mousavi menyoroti hubungan persahabatan jangka panjang antara Iran dan Armenia. Dia menegaskan bahwa kerja sama di antara negara-negara kawasan memainkan peran penting dalam meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan.
Sementara, Presiden Iran Masoud Prezeshkian menegaskan tekad Iran untuk memperluas dan memperdalam hubungan menyeluruh dengan negara-negara tetangga, khususnya Armenia. Dia menyatakan kesiapan Iran untuk menyelesaikan dokumen strategis tersebut.
.png)
3 hours ago
1
















































