PSSI Prihatin Atas Kerusuhan di Jayapura: Jangan Nodai Sepak Bola

4 hours ago 3

Sejumlah penonton turun ke lapangan saat terjadi kericuhan seusai pertandingan babak play-off Pegadaian Championship 2025-2026 atau Liga 2 antara Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026). Adhyaksa FC Banten berhasil meraih tiket promosi ke Super League musim 2026-2027 usai mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 1-0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, seusai laga playoff promosi menuju BRI Super League musim depan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026). Kerusuhan pecah setelah Persipura takluk 0-1 dari Adhyaksa FC Banten sehingga gagal mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kekecewaan sebagian suporter berujung aksi pengrusakan fasilitas stadion hingga pembakaran di area luar stadion. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak massa melakukan pelemparan dan merusak berbagai fasilitas di sekitar Stadion Lukas Enembe.

Situasi memanas tak lama setelah pertandingan berakhir. Yunus Nusi mengaku prihatin atas insiden tersebut. Menurut dia, kerusuhan itu menjadi luka bagi sepak bola nasional yang saat ini tengah berada dalam pengawasan dunia internasional, termasuk FIFA.

“PSSI sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi di Jayapura dan tentu kami prihatin dengan kejadian ini. Kami tahu masyarakat dan suporter Persipura sangat cinta sepak bola dan pastinya ingin menjaga ketertiban serta keamanan Stadion Lukas Enembe,” ujar Yunus dalam rekaman suara yang diterima Republika.co.id, Sabtu (9/5/2026).

Ia menegaskan sepak bola sejatinya tidak bisa dipisahkan dari hasil menang, kalah, maupun imbang. Karena itu, Yunus meminta seluruh suporter dapat menerima hasil pertandingan dengan dewasa demi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Pertandingan itu pasti ada kalah, menang, atau seri. Tidak mungkin tidak. Kalau kita ingin sepak bola Indonesia maju dan menjadi tontonan menarik, maka ketertiban dan keamanan di stadion harus dijaga bersama,” katanya.

Yunus juga mengingatkan pentingnya peran suporter sebagai bagian dari identitas klub. Ia berharap para pendukung dapat saling mengingatkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Suporter harus menjadi andalan klub kesayangannya masing-masing. Saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting. Jika terjadi kericuhan, semua pihak rugi dan tidak ada yang diuntungkan,” ujarnya.

PSSI kembali menegaskan keprihatinannya atas insiden di Jayapura dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang di stadion-stadion Indonesia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |