Akademisi: Sensus Ekonomi 2026 penting petakan sektor informal di NTT.
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Akademisi dari Universitas Nusa Cendana, Dr. Roland E. Fanggidae, menekankan pentingnya Sensus Ekonomi (SE) 2026 dalam memetakan sektor ekonomi informal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Dalam keterangannya, Roland, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Undana, menjelaskan bahwa struktur ekonomi masyarakat NTT sangat didukung oleh sektor informal. Banyak rumah tangga memiliki lebih dari satu pekerjaan yang berubah sesuai musim. Oleh karena itu, sensus harus dapat memetakan dengan tepat dengan menggunakan indikator yang akurat.
Roland menyoroti pentingnya pemetaan sektor informal karena data hasil sensus akan menjadi panduan utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah, terutama bagi pelaku usaha dan pekerja informal yang selama ini kurang terpetakan. Beliau memberikan contoh bahwa banyak aktivitas ekonomi, seperti penenun dan pembuat gula lempeng, belum tercatat dengan baik meskipun memiliki nilai ekonomi yang signifikan.
Sistem Sensus yang Efektif
Roland juga menekankan metode sensus door-to-door yang diterapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai langkah penting untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi ekonomi masyarakat hingga tingkat rumah tangga. Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan sistem sensus berbasis digital harus disesuaikan dengan kondisi wilayah yang belum terjangkau jaringan internet, dengan mengakomodasi pengisian kuesioner secara offline.
Selain itu, Roland menekankan pentingnya memasukkan indikator ekonomi baru, termasuk aktivitas digital dan ekonomi kreatif, dalam sensus. Hal ini penting karena banyak masyarakat kini dapat menjalankan usaha secara online dari rumah, dan ini harus tercermin dalam data sensus.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
3
















































