Dua Warga Sulsel Disandera Perompak Somalia, Pemprov Beri Pendampingan

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bertindak cepat setelah menerima kabar penyanderaan dua warga asal daerah tersebut oleh perompak Somalia sejak 21 April 2026. Kedua korban adalah Ashari Samadikun, kapten kapal dari Kabupaten Gowa, dan Faizal, mualim III dari Kabupaten Bulukumba, yang menjadi awak kapal tanker Honour 25 di perairan internasional.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan pihaknya telah menghubungi keluarga korban dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri. “Kami terus memantau perkembangannya,” ujar Andi Sudirman di Makassar, Selasa.

Jayadi Nas, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, telah mendapat tugas untuk mengunjungi keluarga korban di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa. Kunjungan ini bertujuan memastikan dukungan kepada keluarga korban serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam upaya penyelamatan.

Menurut Jayadi, kondisi para korban dilaporkan dalam keadaan selamat, meski situasi penyanderaan masih belum menentu. Pemerintah pusat terus berusaha membebaskan para korban melalui jalur diplomasi dengan melibatkan otoritas terkait di kawasan tersebut. “Kami memastikan pemerintah hadir dan terus berkoordinasi agar para korban dapat segera dibebaskan dengan selamat,” tegasnya.

Kedatangan tim dari Pemprov Sulsel disambut keluarga korban yang mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan. Santi Sanaya, istri kapten kapal, mengaku sempat berkomunikasi dengan suaminya sebelum situasi memburuk. Dia menyebutkan adanya upaya negosiasi antara awak kapal dan perompak, namun komunikasi terhambat oleh kendala bahasa.

“Suami saya sempat meminta agar tidak dihubungi lagi karena khawatir teleponnya digunakan oleh perompak,” ujar Santi. Dia menambahkan, meski dalam tekanan, para awak kapal masih mendapatkan makanan dan kesempatan beribadah. “Situasinya tidak menentu, kadang mencekam. Suami saya juga sempat ditodong senjata,” katanya. Dari total 17 awak kapal yang disandera, terdapat empat warga negara Indonesia, dua di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan.

Dia berharap suaminya dan seluruh awak kapal dapat segera dibebaskan dan kembali dengan selamat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |