REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Kerusakan terumbu karang dan berbagai tekanan terhadap ekosistem pesisir masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada lingkungan laut, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.
PT Surveyor Indonesia (Persero) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Yayasan Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) meluncurkan Program Pesisir Berdaya Lestari di Pantai Ketapang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Program tersebut menjadi upaya kolaboratif untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan konservasi lingkungan.
Peluncuran program dihadiri jajaran PT Surveyor Indonesia, UMN, pemerintah daerah, instansi teknis, sekolah, komunitas, serta masyarakat setempat. Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susianti yang menyampaikan dukungan terhadap berbagai inisiatif pembangunan pesisir yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Program Pesisir Berdaya Lestari dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang menghubungkan aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan secara terintegrasi. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga sumber daya pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial PT Surveyor Indonesia Maryanto Tejo Purnomo mengatakan, perlindungan kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan menjaga lingkungan laut, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada wilayah tersebut.
"Ketika berbicara tentang pesisir, yang kita jaga bukan hanya terumbu karang atau lingkungan laut, tetapi juga kehidupan masyarakat yang tumbuh dan bergantung di sekitarnya. Karena itu, melalui Program Pesisir Berdaya Lestari, kami menghubungkan pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu pendekatan yang terintegrasi," ujar dia dalam siaran pers, Senin (22/6/2026).
Program tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketiga pilar tersebut saling terhubung untuk mendukung pengelolaan kawasan pesisir yang lebih berkelanjutan.
Berbagai tekanan terhadap kawasan pesisir masih ditemukan di sejumlah daerah, mulai dari kerusakan terumbu karang, pencemaran sampah, penurunan kualitas perairan, abrasi pantai, hingga berkurangnya vegetasi pesisir yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sektor perikanan, pariwisata, dan sumber penghidupan masyarakat setempat.
Karena itu, peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan pantai, mengurangi pembuangan sampah ke laut, mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya terumbu karang dapat membantu menjaga kualitas lingkungan pesisir.
Berbagai praktik baik yang telah berkembang di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan keterlibatan masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan seperti aksi bersih pantai, pengelolaan bank sampah, penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, hingga pembentukan kelompok masyarakat pengawas menjadi contoh upaya yang tidak hanya mendukung pemulihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif bahwa perlindungan ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama.
.png)
3 hours ago
2














































