Toy Story 5. Aktor Tom Hanks mengatakan film Toy Story 5 menyoroti kecanduan anak-anak terhadap layar. Menurut pengisi suara karakter Woody tersebut, isu ini menurutnya sangat relevan dan menjadi kekhawatiran banyak orang tua.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Tom Hanks mengatakan film Toy Story 5 menyoroti kecanduan anak-anak terhadap layar. Menurut pengisi suara karakter Woody tersebut, isu ini menurutnya sangat relevan dan menjadi kekhawatiran banyak orang tua.
Dalam Toy Story 5, karakter Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie menghadapi musuh baru yang berbeda dari-film-film sebelumnya. Kali ini ancaman datang dari sebuah tablet berbentuk katak bernama Lilypad yang berhasil memikat perhatian anak-anak dan membuat mereka teralihkan dari dunia di sekitar mereka.
Dalam wawancara terbaru, Hanks menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, para pengisi suara dalam film itu memahami situasi yang digambarkan karena mereka sering melihat anak-anak dan remaja yang terus-menerus memeriksa ponsel mereka.
"Ini adalah fenomena antargenerasi, di mana satu generasi memiliki teknologi yang mendefinisikan kehidupan sosial mereka dan mereka mencurahkan hampir seluruh perhatian ke dalamnya," kata Hanks dilansir laman BBC, Senin (22/6/2026).
Ia juga menyoroti salah satu adegan dalam film yang memperlihatkan cahaya biru ponsel yang menyala di kamar tidur pada malam hari. "Hal ini menunjukkan bagaimana ketergantungan terhadal perangkat digital. Itu memang menimbulkan ketakutan di hati," kata Hanks.
Film animasi Toy Story 5 yang mulai dirilis pada Jumat (19/6/2026) kembali mempertemukan sejumlah pengisi suara utama waralaba termasuk Hanks Woody, Tim Allen sebagai Buzz Lightyear, dan Joan Cusack sebagai Jessie. Sementara itu, aktris Greta Lee dipercaya mengisi suara karakter Lilypad. Berbeda dengan film-film sebelumnya yang menghadirkan penjahat seperti beruang ungu Lotso, tetangga nakal Sid, kolektor mainan kejam Al, serta boneka antik menyeramkan Gabby Gabby, film kelima ini menjadikan teknologi sebagai villain utama.
Tema tersebut dinilai dekat dengan kehidupan banyak keluarga di seluruh dunia, terutama di tengah perdebatan yang semakin luas mengenai dampak negatif penggunaan layar dan media sosial secara berlebihan pada anak-anak. Tim Allen turut membagikan pengalaman pribadinya terkait perubahan pola konsumsi hiburan generasi muda. la mengenang ketika mengajak putri remajanya menonton film ke bioskop, sang putri tampak sulit fokus. Menurut Allen, hal itu terjadi karena anak-anak saat ini telah terbiasa mengonsumsi konten video pendek di media sosial seperti Instagram.
.png)
3 hours ago
3














































