Pemain Real Madrid Kylian Mbappe.
REPUBLIKA.CO.ID, MADRID — Ruang ganti Real Madrid sedang jauh dari kata tenang. Di tengah tekanan karena kemungkinan besar mengakhiri musim tanpa gelar Liga dan persiapan menghadapi Barcelona dalam El Clasico, klub raksasa Spanyol itu justru diterpa rangkaian persoalan internal yang melibatkan beberapa pihak, terutama Kylian Mbappe.
Ketegangan mulai meningkat setelah Madrid tersingkir dari Liga Champions UEFA oleh Bayern Munchen bulan lalu. Salah satu insiden pertama terjadi ketika bek Antonio Rudiger terlibat adu argumen panas dengan rekan setimnya di pusat latihan klub.
Bek asal Jerman itu disebut menjadi pemicu konfrontasi sebelum akhirnya meminta maaf kepada skuad dan mengundang para pemain beserta keluarga mereka makan siang bersama.
Situasi belum mereda ketika Mbappe ikut terseret dalam kontroversi lain. Penyerang Prancis tersebut dilaporkan berselisih dengan salah satu staf pelatih saat sesi latihan menjelang laga melawan Real Betis pada April lalu.
Perselisihan dipicu keputusan staf pelatih tersebut yang mendakwa Mbappe offside dalam sesi latihan internal yang membuat penyerang Prancis itu bereaksi dengan emosi tinggi. Walau insiden semacam itu tidak asing di sepak bola elite, kasus tersebut dinilai memperburuk atmosfer di sekitar tim.
Di luar lapangan, Mbappe kembali menjadi sorotan setelah memilih berlibur ke Italia ketika sedang menjalani pemulihan cedera hamstring. Keputusan itu memicu kritik dari sebagian internal klub dan pendukung Madrid. Banyak yang menilai pemain berusia 27 tahun itu seharusnya tetap berada di dekat tim saat Madrid sedang berada dalam periode sulit.
Pelatih Alvaro Arbeloa berusaha meredam polemik. Ia menegaskan waktu pemulihan pemain sepenuhnya diatur tim medis klub. "Dalam waktu luang mereka, setiap pemain melakukan apa yang mereka anggap tepat, dan saya tidak ikut campur dalam hal itu," kata pelatih berusia 43 tahun itu, dikutip the Athletic, Kamis (7/5/2026). "Semua perencanaan terkait pemain yang cedera diawasi dan dikelola oleh staf medis Madrid, yang memutuskan kapan mereka perlu pergi ke Valdebebas (pusat pelatihan klub) dan kapan tidak."
Namun, sejumlah sumber menyebut Arbeloa sebenarnya tidak puas dengan cara klub menangani situasi Mbappe. Ketidakjelasan kondisi sang bintang jelang El Clasico pun semakin menambah ketegangan.
.png)
3 weeks ago
56

















































