Fenomena alam cahaya utara atau aurora borealis terlihat menghiasi langit malam di atas sungai Ruhr di Essen, Jerman, Senin (19/1/2026). Aurora Borealis adalah fenomena cahaya menakjubkan di langit malam yang terjadi saat partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan medan magnet dan atmosfer Bumi, menciptakan tirai cahaya hijau, merah, biru, atau ungu yang menari-nari. Warna aurora bergantung pada jenis dan ketinggian gas atmosfer yang terkena partikel luar angkasa, dengan oksigen menghasilkan cahaya hijau pada ketinggian yang lebih rendah dan cahaya merah pada ketinggian yang lebih tinggi. Peristiwa langit yang menakjubkan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian fenomena astronomi awal tahun 2026, setelah sebelumnya disuguhkan supermoon dan hujan meteor besar.
REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA — Para ilmuwan berhasil menyusun peta medan magnet alam semesta terbesar yang pernah dibuat. Peta tersebut mengungkap jaringan kosmik tak kasatmata yang berperan penting dalam pembentukan dan evolusi galaksi selama miliaran tahun.
Peta yang diberi nama SPICE-RACS itu berukuran lima kali lebih besar dibandingkan peta medan magnet kosmik sebelumnya. Data peta diperoleh melalui pengamatan teleskop radio Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP) di Australia Barat.
Menurut Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), lembaga sains nasional Australia yang mengoperasikan ASKAP, proyek tersebut dipimpin tim internasional yang melibatkan para peneliti dari CSIRO dan SKA Observatory (SKAO).
Peneliti utama Alec Thomson mengatakan skala dan kepadatan data yang dihasilkan memungkinkan para ilmuwan memahami distribusi energi di alam semesta dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.
"Untuk pertama kalinya, kita dapat mempelajari secara rinci materi yang berada di antara bintang-bintang terdekat sekaligus meneliti jutaan galaksi yang jauh," ujar Thomson.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis sinyal dari hampir empat juta galaksi. Mereka mengukur bagaimana cahaya mengalami perubahan saat melintasi medan magnet kosmik, sebuah fenomena yang dikenal sebagai rotation measure atau pengukuran rotasi.
Melalui metode itu, para peneliti dapat memetakan lokasi serta kekuatan relatif medan magnet yang tersebar di berbagai penjuru alam semesta.
Temuan ini dinilai penting karena medan magnet berperan besar dalam pertumbuhan galaksi, pergerakan materi antarbintang, hingga evolusi alam semesta sejak masa-masa awal pembentukannya.
Kepala Ilmuwan SKAO Naomi McClure-Griffiths mengatakan peta baru tersebut membuka peluang untuk menjawab sejumlah pertanyaan besar yang selama ini belum terpecahkan.
Di antaranya adalah bagaimana medan magnet memengaruhi interaksi antara Galaksi Bima Sakti dan galaksi-galaksi tetangganya, serta kapan medan magnet pertama kali muncul di alam semesta.
"Selama 20 tahun terakhir kami bekerja dengan kumpulan data yang relatif sama dan bahkan belum mencakup langit belahan selatan secara menyeluruh. Kini kami memiliki gambaran yang jauh lebih lengkap mengenai struktur magnetik alam semesta," kata McClure-Griffiths.
sumber : Xinhua
.png)
1 hour ago
2

















































