Kopi Kuningan Siap Go Internasional

2 hours ago 2

Warga melihat biji kopi robusta sebelum dipanen di Desa Cibeureum, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022). Kementerian Perdagangan menyatakan sepanjang Januari hingga Mei 2022, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai 394 juta dolar AS atau meningkat 37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Langkah kopi asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menembus pasar global semakin mendekati kenyataan. Hal itu setelah ada kepastian kopi asal Kabupaten Kuningan akan tampil dalam ajang bergengsi World of Coffee Asia 2026 yang akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 7–9 Mei 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Menurutnya, keikutsertaan kopi Kuningan dalam ajang internasional itu menjadi bukti kualitas produk lokal telah diakui dan mampu bersaing di tingkat global.

Terlebih, kopi asal Desa Karangsari, Kecamatan Darna, Kabupaten Kuningan telah lolos kurasi dan kembali tampil setelah sebelumnya berpartisipasi pada World of Coffee 2025 di Jakarta. “Ini bukan sekadar ikut pameran, tetapi penegasan bahwa kopi Kuningan siap masuk pasar dunia. Kita ingin kopi Kuningan benar-benar go internasional,” tegas Dian, Senin (20/4/2026).

Ajang World of Coffee Asia merupakan pameran kopi spesialti terbesar di kawasan Asia yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association bersama Exporum Inc dan Barista Association of Thailand. Event itu menjadi ruang strategis bagi pelaku industri kopi, mulai dari petani hingga pelaku bisnis, untuk memperluas jejaring dan membuka akses pasar global.

Edisi 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar di Busan (2024) dan Jakarta (2025). Bangkok dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki ekosistem kopi yang berkembang pesat serta posisi strategis sebagai pusat bisnis di Asia.

Dian mengungkapkan, lanskap industri kopi global telah berubah. Kopi tidak lagi sekadar komoditas, tetapi menjadi produk bernilai tinggi yang menjual kualitas, cerita, dan pengalaman.

“Kita tidak boleh berhenti di bahan baku. Kopi Kuningan harus naik kelas dan menjadi produk berkualitas dengan nilai tambah tinggi,” ujarnya.

Dian mengingatkan, tanpa kesiapan dan peningkatan kualitas, petani akan tertinggal dalam kompetisi global yang semakin ketat. Ia menegaskan, petani kopi Kuningan harus menjadi pelaku utama.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |