REPUBLIKA.CO.ID, TOBELO -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Harita Nickel menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja lokal. Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda agar lebih siap memasuki dunia industri.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Executive Vice President External Relations Harita Nickel Latif Supriadi di sela agenda bursa kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara di Ballroom Hotel Marahai, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Gubernur Sherly, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Maluku Utara. Menurut dia, pelatihan yang berkelanjutan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri.
"Terima kasih kepada Harita Nickel yang sudah konsisten dari tahun ke tahun dalam melakukan pelatihan kerja bagi masyarakat Maluku Utara,” kata Sherly, Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sherly bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Kepala Disnakertrans Maluku Utara Marwan Polisiri, dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua meninjau pelaksanaan bursa kerja. Pada kegiatan itu, Harita Nickel membuka 416 lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi, termasuk pengemudi, operator alat berat, mekanik, dan sejumlah posisi operasional lainnya.
Selain membuka peluang kerja, Harita Nickel juga menjalankan program peningkatan keterampilan pemuda melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ternate. Program yang berjalan sejak 2023 itu memberikan pelatihan pengoperasian alat berat, overhead crane, hingga bahasa Mandarin.
Latif Supriadi mengatakan, pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal penting agar masyarakat dapat memperoleh manfaat lebih besar dari pertumbuhan industri di Maluku Utara.
“Keberhasilan kami sebagai perusahaan juga sangat bergantung pada bagaimana kami bisa tumbuh bersama dengan komunitas di sekitar kami. Ketika anak-anak muda Maluku Utara berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik, itu juga menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Latif.
Kepala Disnakertrans Maluku Utara Marwan Polisiri menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat keterhubungan antara kebutuhan industri dan pengembangan tenaga kerja lokal. Ia berharap lebih banyak generasi muda Maluku Utara memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan memasuki dunia kerja formal.
“Harapan saya, kolaborasi ini dapat membantu pemerintah daerah dalam melatih lebih banyak lagi generasi muda di Maluku Utara, sehingga mereka bertransformasi menjadi tenaga kerja yang berdaya saing tinggi dan berkompetensi di bidangnya,” kata Marwan.
.png)
2 hours ago
1

















































