Konsumsi Pemerintah Tumbuh 15,97 Persen, Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

12 hours ago 8

Pelajar menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Pejaten Barat 01, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi di antara komponen pengeluaran lainnya, yakni 15,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi di antara komponen pengeluaran lainnya, yakni 15,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026. Komponen ini menyumbang 1,07 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi serta berkontribusi 7,57 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2026.

“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah, didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada triwulan ini,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Untuk diketahui, konsumsi pemerintah pada triwulan II 2025 terkontraksi sebesar 0,33 persen (yoy). Dengan demikian, pertumbuhan pada triwulan II tahun ini menunjukkan adanya perbaikan.

Edy menjelaskan pertumbuhan konsumsi pemerintah pada triwulan II 2026 turut dipengaruhi oleh low base effect akibat kontraksi pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, pertumbuhan tersebut juga didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai, terutama pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri, akselerasi pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS, serta bertambahnya jumlah ASN.

Edy menambahkan peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah juga turut menopang pertumbuhan konsumsi pemerintah.

“Jadi, pada triwulan II ini memang terdapat realisasi pembayaran gaji ke-13. Selain itu, jumlah pegawai negeri juga mengalami peningkatan sehingga nilai belanja pegawai ikut meningkat,” kata dia.

Dari sisi belanja barang, realisasi belanja pemerintah yang disalurkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada triwulan II 2026 juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG hingga Juni 2026 mencapai Rp 98,8 triliun secara kumulatif selama triwulan I dan triwulan II 2026. Dari jumlah tersebut, realisasi pada triwulan I mencapai Rp 54,1 triliun, sedangkan pada triwulan II sebesar Rp 44,7 triliun.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |