Konflik Mereda, Dua Kapal Pertamina Bersiap Lintasi Selat Hormuz

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mulai membuka kembali aktivitas pelayaran di kawasan Teluk Arab. Di tengah situasi yang dinilai semakin kondusif, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, bersiap melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan perusahaan terus mencermati dinamika situasi yang masih berkembang sembari menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan pelayaran.

"Kami terus memantau secara cermat perkembangan situasi yang masih sangat dinamis di kawasan tersebut. Di saat yang sama, kami juga mengevaluasi sejumlah alternatif rute yang lebih aman, termasuk melalui Perairan Oman yang saat ini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pelaku industri pelayaran," ujar Vega dalam keterangannya, Ahad (21/6/2026).

Menurut dia, PIS telah memastikan kesiapan operasional kedua kapal, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan awak kapal, keandalan teknis kapal dan mesin, hingga kesiapan sistem navigasi dan komunikasi serta pemenuhan seluruh regulasi pelayaran internasional.

Selain itu, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, dan otoritas terkait guna menyusun passage plan yang aman sesuai perkembangan situasi terkini.

"Keselamatan awak kapal, keamanan kapal, dan perlindungan muatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Kami berharap kondisi geopolitik di kawasan terus membaik sehingga Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman dalam waktu dekat," kata Vega.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak mentah dan produk energi dari kawasan Teluk ke pasar global. Normalisasi kondisi keamanan di wilayah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi internasional.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |