Peternak memanen telur ayam ras di sentra peternakan ayam petelur Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). Pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk menstabilkan harga telur ayam ras yang tertekan akibat kelebihan pasokan dengan mengawal penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram, menyalurkan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga pakan ternak, serta meningkatkan penyerapan produksi telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan frekuensi distribusi telur yang ditingkatkan menjadi tiga kali dalam sepekan.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah (Jateng), Suwardi, mengkritisi pembelian atau penyerapan telur ayam oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di bawah harga acuan pemerintah (HAP). Dia menegaskan praktik tersebut merugikan kelompok peternak.
"Saya hanya ingin bertanya kepada pengelola MBG, khususnya koordinator, terkait dengan pembelian, kenapa ada SPPG yang komitmen beli telur Rp26 ribu (per kilogram), ada yang Rp21 ribu? Ada apa di dalamnya ini?" kata Suwardi saat menghadiri rapat koordinasi penyerapan bahan baku lokal untuk program MBG di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026).
Dia mengaku telah menerima laporan yang produk telurnya dibeli di bawah HAP. KPUS Jateng memiliki 1.767 anggota peternak yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut, Suwardi mengaku dapat membeberkan SPPG-SPPG mana saja yang melakukan pembelian telur di bawah HAP.
"Yang saya pasok ada enam SPPG itu belinya Rp26 ribu, tidak pernah berubah. Tapi selain itu, sama-sama satu kecamatan, ada yang Rp21-Rp22 ribu. Kalau ini mau audit bersama, yang beli rendah ini dasarnya apa?" ucap Suwardi.
Dia menduga ada oknum-oknum yang bermain dalam pembelian telur oleh SPPG. "Jangan Kementerian Pertanian, Bapanas, sudah menetapkan HAP di kandang Rp26.500, SPPG, yang di situ mengelola uang negara, belinya Rp21-Rp22 ribu. Ada apa?" ujarnya.
"Coba kroscek masing-masing SPPG yang beli Rp22 ribu, dibayar oleh BGN berapa. Kalau seperti ini kejadiannya, tidak saling menghidupkan, tapi ini saling menginjak," tambah Suwardi.
.png)
1 hour ago
2













































