HPV pada laki-laki (ilustrasi). Infeksi Human Papillomavirus (HPV) tidak hanya menjadi ancaman bagi perempuan, tetapi juga laki-laki.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Infeksi Human Papillomavirus (HPV) tidak hanya menjadi ancaman bagi perempuan, tetapi juga laki-laki. Virus yang memiliki lebih dari 150 jenis tersebut dapat menyebabkan kutil kelamin hingga kanker jika tidak ditangani dengan benar.
Data menunjukkan, HPV menyebabkan sekitar 45 ribu kematian pada laki-laki setiap tahunnya. Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Hanny Nilasari, mengatakan pada laki-laki infeksi HPV sering kali tidak disadari karena gejalanya tidak terlihat. Kondisi ini membuat virus dapat menyebar atau berkembang tanpa terdeteksi menjadi penyakit serius.
"HPV tidak hanya menyerang wanita, tapi juga bisa dialami oleh laki-laki. Sebagian besar dari mereka tidak sadar karena gejala HPV pada pria sering kali tidak terlihat. Di sinilah bahayanya, karena infeksi bisa menyebar atau berkembang diam-diam jadi penyakit serius seperti kanker," kata dr Hanny dalam diskusi media di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) tersebut mengungkap bahwa 85 persen virus HPV menular melalui hubungan seksual. Penularan ini terutama terjadi lewat kontak genital, baik melalui hubungan vagina, anal, maupun oral.
Sementara itu, sekitar 15 persen penularan terjadi melalui rute non-seksual, meliputi transmisi vertikal dari ibu ke anak saat persalinan normal maupun setelah lahir melalui kontak erat dengan ibu atau keluarga. "Penularan juga dapat terjadi secara ekstragenital, seperti melalui perantara benda (fomites), inokulasi mandiri, serta paparan alat medis yang terkontaminasi di fasilitas layanan kesehatan," ujar dr Hanny.
.png)
4 hours ago
3
















































