Hadapi Ketidakpastian Dunia, KNEKS Gaungkan Penguatan Perbankan Syariah di Forum Global

8 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan pentingnya penguatan ketahanan (resilience) perbankan syariah dalam menghadapi berbagai dinamika global yang semakin kompleks.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, dalam webinar internasional bertajuk Enhancing the Resilience of Islamic Banks in the Face of Global Exogenous Events yang diselenggarakan oleh The General Council for Islamic Banks and Financial Institutions (CIBAFI) bekerja sama dengan Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF), Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara CIBAFI dan BIBF dalam memperkuat pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas industri jasa keuangan syariah global. Webinar ini juga menjadi forum untuk membahas upaya penguatan ketahanan institusi perbankan syariah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dalam paparannya, Sutan Emir Hidayat menyampaikan perbankan syariah menghadapi berbagai tantangan eksternal, seperti risiko perubahan iklim, dinamika geopolitik, disrupsi keuangan global, hingga ancaman siber. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerangka tata kelola, manajemen risiko, serta kesiapan menghadapi krisis agar perbankan syariah mampu bertahan dan tetap tumbuh.

Ia menekankan prinsip-prinsip dasar keuangan syariah yang berbasis pada nilai etika, keadilan, dan keterkaitan dengan sektor riil menjadi keunggulan tersendiri dalam membangun sistem keuangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Perbankan syariah memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi guncangan global, karena didukung oleh prinsip kehati-hatian, berbasis aset riil, dan mengedepankan keseimbangan antara risiko dan manfaat,” ujar Emir.

Dia menyoroti pentingnya penguatan kerangka risk appetite, peningkatan ketahanan operasional, serta penyesuaian terhadap ekspektasi regulator yang semakin dinamis. Selain itu, kesiapan dalam menghadapi krisis melalui skenario stress testing dan penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sektor keuangan syariah.

Webinar ini juga menghadirkan sejumlah pakar internasional, antara lain Lilian Le Falher dari ISTRAT Advisory Bahrain dan Jarmo Kotilaine dari Tamkeen Bahrain, serta dimoderatori oleh Rachid Ettaai. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perbankan syariah, otoritas, dan akademisi dari berbagai negara.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional ini, KNEKS terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia agar semakin adaptif dan tangguh dalam menghadapi tantangan global, sekaligus berkontribusi dalam membangun sistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |