PLTS Atap Terbesar RI Resmi Beroperasi di Cikarang, Ini Kapasitasnya

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam operasionalnya. Dua perusahaan Indonesia, PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya, berkolaborasi dengan PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) untuk mengoperasikan PLTS atap berkapasitas 22,5 megawatt (MW).

Dalam pernyataannya, Kamis (30/4/2026), Xurya mengatakan PLTS atap di Komplek Mulia Industri, Cikarang, Bekasi, ini menjadi instalasi terbesar di Indonesia. Xurya memasang 36.862 panel surya di area seluas 122.783 meter persegi atau setara dengan 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno.

Xurya mengklaim instalasi ini diproyeksikan mampu menekan lebih dari 26,8 juta kilogram emisi karbon dioksida per tahun, setara dengan penyerapan karbon 198.258 pohon, dan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 20.000 kilogram per tahun. Sistem ini menghasilkan rata-rata 68.500 kilowatt per jam (kWh) listrik per hari untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas produksi yang beroperasi 24 jam.

Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan peran energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Xurya mencatat hingga akhir tahun 2025, pemanfaatan energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional mencapai 15,75 persen. Namun, capaian ini masih cukup jauh dari target bauran yang telah ditetapkan.

Di tengah tantangan perubahan iklim, ketidakpastian harga energi fosil sebagai dampak dinamika geopolitik global, serta kebutuhan listrik dalam negeri yang terus meningkat, PLTS atap hadir sebagai solusi yang relevan, fleksibel, dan dapat diimplementasikan secara cepat, termasuk di sektor industri. Pemanfaatan PLTS atap di sektor industri sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat swasembada energi dan menjalankan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).

“Kami mengapresiasi pencapaian PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya dalam mengimplementasikan PLTS atap dengan kapasitas 22,5 MW sebagai bagian penting dari transisi energi nasional, memperkuat swasembada energi, serta mengurangi emisi gas rumah kaca," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Harris, dalam peresmian PLTS atap itu, Rabu (29/4/2026).

Sebagai perusahaan manufaktur yang beroperasi 24 jam setiap hari, PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya membutuhkan pasokan energi yang stabil dan andal. PLTS atap ini dirancang secara matang agar terhubung dengan sistem produksi tanpa mengganggu proses maupun kualitas hasil produksi, sehingga tetap selaras dengan operasional pabrik.

“PLTS atap ini merupakan langkah strategis kami untuk memperkuat operasional berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Dengan kapasitas 22,5 MW, proyek ini menegaskan komitmen kami dalam menjalankan agenda keberlanjutan perusahaan melalui pemanfaatan energi surya skala besar di sektor industri," kata Direktur PT Mulia Industrindo Tbk, Ekman Tjandranegara.

Menurut Ekman, selain mendukung agenda keberlanjutan dan transisi energi, pemanfaatan energi terbarukan juga akan meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan. PT Muliaglass merupakan produsen kaca yang beroperasi sejak 1989 dengan portofolio produk untuk berbagai sektor, termasuk konstruksi, otomotif, serta makanan dan minuman, dan memenuhi berbagai standar serta sertifikasi, termasuk sertifikat industri hijau dan halal.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |