Tak Terima Dikritik Kanselir Merz, Trump Tarik Pasukan AS di Jerman

3 hours ago 3

Kanselir Jerman Friedrich Merz berbicara di Sekolah di Marsberg, Jerman, 27 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS mengatakan pemerintahannya sedang .mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman. Pernyataan itu muncul ketika ketegangan meningkat dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengenai perang terhadap Iran.

“Sebuah tekad” akan “dibuat dalam waktu singkat ke depan”, kata Trump dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya.

Pengumuman ini muncul setelah Trump mengecam Merz setelah pemimpin Jerman tersebut mengatakan AS “dipermalukan oleh kepemimpinan Iran”.

Trump juga berulang kali mengkritik Jerman dan sekutu NATO lainnya karena tidak berbuat lebih banyak untuk mendukung perang AS-Israel terhadap Iran, termasuk karena gagal mengerahkan angkatan laut mereka untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Jerman adalah salah satu stasiun luar negeri terbesar bagi tentara AS, dengan sekitar 33.900 tentara ditempatkan di sana.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Senin bahwa kepemimpinan Iran mempermalukan Amerika Serikat. Iran membuat para pejabat AS melakukan perjalanan ke Pakistan dan kemudian pergi tanpa hasil.  Merz juga tidak melihat strategi keluar apa yang dikejar AS dalam perang Iran. 

"Jelas sekali Iran sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun," katanya saat berbicara kepada mahasiswa di kota Marsberg seperti dilansir NDTV, Senin.  

"Seluruh bangsa dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusioner ini. Dan karena itu saya berharap ini berakhir secepat mungkin," tambahnya di tempat tersebut di negara bagian Rhine Utara-Westphalia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |