Foto yang diterbitkan Global Sumud Flotilla menunjukkan para aktivis mengangkat tangan saat Israel melakukan pembajakan di perairan dekat Yunani, Rabu (29/4/2026) malam.,
REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Menteri luar negeri Turki dan Spanyol berbicara melalui telepon pada Kamis pagi, menekankan “perlunya sikap internasional yang bersatu” terhadap intervensi ilegal Israel terhadap armada bantuan Gaza. Sebanyak 20 warga Turki diculik Israel dalam upaya pencegatan tersebut.
“Dalam telepon tersebut, ditekankan bahwa intervensi ilegal oleh pasukan Israel terhadap Armada Sumud Global, yang berlayar di perairan internasional di lepas pantai Kreta, membahayakan nyawa banyak warga sipil dari berbagai negara dan melanggar hukum internasional,” tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Oncu Keceli di X setelah panggilan telepon antara Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.
Keduanya juga “menekankan perlunya komunitas internasional untuk mengambil sikap bersatu melawan intervensi yang melanggar hukum,” tambah Keceli.
Angkatan Laut Israel mencegat kapal-kapal dari armada tersebut pada Rabu malam ketika mereka menuju Gaza untuk mematahkan blokade yang telah lama ada di daerah kantong tersebut.
Kelompok itu mengatakan pasukan Israel mengepung konvoi tersebut di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, mengganggu komunikasi dan menyita beberapa kapal. Armada tersebut, yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, bertujuan untuk mematahkan blokade Israel dan membuka koridor kemanusiaan melalui laut.
Langkah ini dilakukan beberapa jam setelah media Ibrani melaporkan bahwa Israel sedang bersiap untuk mencegat armada tersebut, yang mencakup sekitar 100 kapal yang membawa hampir 1.000 aktivis dari beberapa negara.
Israel telah memberlakukan blokade di Jalur Gaza sejak tahun 2007, menyebabkan sekitar 1,5 juta warga Palestina dari sekitar 2,4 juta orang kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka dihancurkan selama perang.
Rekaman menunjukkan Angkatan Laut Israel mencegat kapal-kapal GSF ratusan mil dari Jalur Gaza, 29 April 2026.
.png)
2 hours ago
2
















































