Fenomena Langit Jelang Ramadhan: Gerhana Matahari Cincin Api Diprediksi Terjadi 17 Februari 2026

1 hour ago 3

Gerhana matahari cincin (ilustrasi). Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, fenomena langit langka berupa gerhana matahari cincin diprediksi terjadi tepatnya pada 17 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, fenomena langit langka berupa gerhana matahari cincin diprediksi terjadi tepatnya pada 17 Februari 2026. Peristiwa ini akan menampilkan efek dramatis cincin api, ketika matahari tampak membentuk cincin cahaya terang yang mengelilingi bulan.

Gerhana diperkirakan mulai terjadi pada pukul 04.56 EST (waktu standar Timur). Sementara itu, puncak gerhana yaitu saat bagian terbesar Matahari tertutup Bulan akan berlangsung pada pukul 07.12 EST.

Namun, fenomena cincin api ini hampir tidak dapat disaksikan manusia. Dilansir laman Space, Senin (19/1/2026), gerhana cincin hanya akan terlihat dari jalur annularitas, yakni wilayah sepanjang 4.282 kilometer dan selebar 616 kilometer, tempat bulan menutupi sekitar 96 persen cakram Matahari.

Jalur tersebut seluruhnya melintasi wilayah terpencil Antartika. Oleh karena itu, masyarakat di Indonesia tidak bisa menyaksikan fenomena langit ini secara langsung. Hanya sedikit orang yang dapat menyaksikan gerhana ini. Sebagian besar wilayah Antartika lainnya, serta Afrika bagian selatan dan wilayah paling selatan Amerika Selatan, akan mengalami gerhana matahari sebagian.

Gerhana matahari terjadi saat fase bulan baru, ketika bulan berada sejajar di antara bumi dan matahari sehingga bayangannya jatuh ke permukaan Bumi. Pada gerhana matahari total, bulan berada cukup dekat dengan Bumi sehingga tampak sama besar atau lebih besar dari matahari dan mampu menutupinya sepenuhnya.

Sebaliknya, pada gerhana matahari cincin, bulan berada lebih jauh dari bumi dalam orbitnya yang sedikit elips. Akibatnya, bulan tampak lebih kecil dan tidak menutupi matahari secara penuh, meninggalkan cincin cahaya terang di sekelilingnya yang dikenal sebagai efek "ring of fire". Beberapa lokasi terbatas di Antartika yang akan berada tepat di jalur cincin api antara lain Stasiun Penelitian Concordia (Prancis-Italia) dengan durasi annularitas 2 menit 1 detik, serta Stasiun Mirny di Queen Mary Land Antartika (Rusia) dengan durasi annularitas 1 menit 52 detik.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |