REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menargetkan sebanyak 1.000 hingga 1.100 mahasiswa terpilih dari tujuh universitas negeri nasional dapat menerima Beasiswa Patriot. Program bantuan dana studi ini akan diluncurkan secara perdana pada bulan depan, Februari 2026.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, ketujuh perguruan tinggi yang menjadi mitra program tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).
“Kami ingin betul-betul mencetak SDM (sumber daya manusia) yang sangat unggul, bukan lagi SDM yang unggul, tetapi yang sangat unggul,” ujar Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Ahad malam (18/1/2026).
Ia menjelaskan, pada saat ini tahapan seleksi penerima beasiswa masih didiskusikan dengan berbagai pihak terkait. Berdasarkan pembahasan awal, tegas Mentrans, nantinya para calon penerima Beasiswa Patriot disyaratkan untuk terlebih dahulu diterima di salah satu dari tujuh perguruan tinggi negeri mitra tersebut.
“Baru setelah itu, ada tes pusatnya. Nah, tes pusatnya ini kami akan dalami secara psikologinya (dari masing-masing pendaftar),” ucap dia.
Seleksi tersebut juga akan menilai peta jalan (roadmap) yang disusun oleh para peserta sendiri. Hal itu berkaitan dengan rencana jenjang karir (career path) yang akan mereka tempuh selama menjalani pendidikan hingga usai lulus kuliah.
“Kami akan perhatikan roadmap-nya yang bersangkutan (calon peserta), juga path career-nya itu seperti apa ke depannya. Jadi, kami ingin mendapatkan sumber daya manusia yang betul-betul nanti bisa diharapkan ikut memberikan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat transmigran,” kata Mentrans Iftitah memaparkan.
Nantinya, para penerima Beasiswa Patriot akan menempuh pendidikan di tiga Kampus Patriot yang sedang dibangun oleh Kementrans RI, yakni di Batam (Kepulauan Riau), Mamuju (Sulawesi Barat), dan Merauke (Papua Selatan). Ketiga lokasi tersebut dipilih berdasarkan potensi ekonomi masing-masing daerah.
Mentrans menuturkan, Batam memiliki potensi pengembangan industri, perikanan, dan kelautan. Adapun Mamuju berpotensi pengembangan industri logam tanah jarang (rare-earth metals) dan pertanian. Sementara itu, Merauke memiliki potensi pengembangan pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.
Kementrans RI kini sedang mengebut pembahasan mengenai detail teknis pelaksanaan program beasiswa yang rencananya diluncurkan bulan depan tersebut.
“Nanti akan kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, insentif, juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, kemudian juga nanti langkah-langkah selanjutnya, yang pasti akan kami launching (luncurkan) pada bulan depan, Insya Allah,” tukas dia.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1













































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5356582/original/040605300_1758465597-20250921AA_Futsal_Four_Nation_Indonesia_Vs_Latvia-12.JPG)
