Ketum PITI Serian Dukung Perayaan Imlek 2026: Perkuat Simpul Kebangsaan, Kirimkan Pesan Harmoni

1 hour ago 1

Rapat perdana persiapan Perayaan Imlek Nasional 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta yang diikuti sejumlah tokoh dan pimpinan Ormas antara lain PITI.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA-Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Dr Serian Wijatno menyatakan dukungannya dalam menyukseskan penyelenggaraan Imlek Nasional 2026.

Keterlibatan organisasi dakwah sosial ini bertujuan untuk mempertegas bahwa Imlek di Indonesia telah bertransformasi menjadi perayaan budaya yang inklusif dan menjadi milik seluruh elemen bangsa dalam bingkai kebinnekaan.

Hal itu dikemukakan Serian di Jakarta, Senin (19/1/2026). Sebelumnya Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin rapat perdana persiapan Perayaan Imlek Nasional 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta yang diikuti sejumlah tokoh dan pimpinan Ormas antara lain PITI.

Dikatakan Serian, partisipasi aktif warga Muslim Tionghoa merupakan jembatan persaudaraan yang menghubungkan identitas etnis dan keyakinan beragama secara harmonis.

​"Keterlibatan kami bukan dalam ranah ritual keagamaan, melainkan sebagai bentuk perayaan suka cita kebangsaan. Imlek adalah momentum silaturahim besar untuk mempererat tali persaudaraan antar-etnis dan antar-umat beragama di Indonesia," ujar Serian.

​Dia menambahkan, partisipasi PITI dalam perhelatan nasional ini didasari oleh beberapa pertimbangan konstruktif yang menjunjung tinggi toleransi antara lain penguatan akulturasi dan identitas bangsa.

Dia menjelaskan, PITI memandang Imlek sebagai tradisi budaya yang telah berakulturasi ratusan tahun dengan nilai-nilai lokal. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa memeluk agama Islam tidak menghilangkan identitas kesukuan seseorang, sekaligus membuktikan bahwa keberagaman adalah kekayaan, bukan pemisah.

Karena itu, menurut Serian, dengan hadirnya PITI sebagai fasilitator dan pendukung, PITI ingin menampilkan wajah Islam yang membawa rahmat bagi semesta.

Hal ini diwujudkan melalui dialog yang sejuk dan kerja sama konkret dengan komunitas agama lain dalam kepanitiaan bersama.

PITI memposisikan diri sebagai perekat yang mampu menghilangkan sekat-sekat eksklusivitas.

"Kehadiran tokoh-tokoh Muslim Tionghoa di tengah perayaan budaya ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat luas untuk saling berinteraksi tanpa prasangka," kata dia. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |