Dirugikan Perusahaan Negara NATO, Tetangga RI ini Tuntut Ganti Rugi Triliunan Rupiah

1 hour ago 2

Bendera Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malaysia melayangkan tuntutan kompensasi lebih dari 216 juta euro kepada perusahaan pertahanan Norwegia, Kongsberg Defence & Aerospace, setelah Oslo membatalkan izin ekspor sistem rudal untuk program kapal perang pesisir Malaysia.

Langkah Norwegia tersebut memicu ketegangan diplomatik dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai kredibilitas negara-negara Barat, khususnya anggota NATO, dalam memenuhi komitmen kerja sama pertahanan dengan negara lain.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan pemerintah telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada Kongsberg untuk menuntut ganti rugi atas “biaya langsung dan tidak langsung” akibat pembatalan pengiriman sistem Naval Strike Missile (NSM) dan komponen peluncurnya.

Menurut Khaled, Malaysia telah mengeluarkan biaya langsung sekitar 126 juta euro dan kini juga menuntut kompensasi atas kerugian tidak langsung yang ditimbulkan terhadap program pertahanan nasional mereka.

Kementerian Luar Negeri Norwegia mengonfirmasi bahwa lisensi ekspor teknologi pertahanan tertentu ke Malaysia memang telah dicabut. Oslo berdalih keputusan tersebut semata-mata terkait penerapan aturan pengendalian ekspor Norwegia.

Namun, keputusan itu langsung menghambat pengiriman sistem rudal untuk program Kapal Tempur Pesisir (Littoral Combat Ship/LCS) Malaysia yang sebelumnya disepakati dalam kontrak tahun 2018.

Kongsberg Defence & Aerospace sendiri bukan perusahaan pertahanan biasa. Perusahaan ini merupakan salah satu tulang punggung industri militer Norwegia dan menjadi bagian penting dalam ekosistem pertahanan NATO. Kongsberg dikenal luas sebagai produsen berbagai sistem persenjataan modern yang digunakan negara-negara Barat, mulai dari rudal anti-kapal, pertahanan udara, hingga sistem peperangan maritim modern.

Produk paling terkenal mereka adalah Naval Strike Missile (NSM), rudal anti-kapal generasi modern yang digunakan berbagai negara NATO dan sekutu Barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, hingga Jepang. NSM dikenal memiliki kemampuan serangan presisi tinggi, sulit dideteksi radar, dan mampu menyerang target laut maupun darat dengan fleksibilitas tinggi, sebagaimana diberitakan sejumlah kantor berita Barat pada Selasa (19/5/2026).

Selain itu, Kongsberg juga dikenal melalui sistem pertahanan udara NASAMS yang dikembangkan bersama perusahaan Amerika Serikat, Raytheon. Sistem tersebut bahkan digunakan untuk melindungi wilayah strategis seperti Washington DC dan menjadi salah satu sistem pertahanan udara utama Barat dalam mendukung Ukraina menghadapi Rusia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |