Sampah makanan milik warga yang akan diolah menjadi pupuk kompos di Koperasi Kompos Perumahan Jatinegara Baru, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan berbagai teknologi pengolahan sampah mulai dari skala rumah tangga hingga kawasan perkotaan. Teknologi tersebut menjadi bagian dari percepatan program pengolahan sampah menjadi energi.
Zulkifli menyampaikan pengembangan teknologi pengolahan sampah tidak hanya difokuskan pada tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga diarahkan untuk pengelolaan berbasis lingkungan kecil seperti RT, RW, hingga kecamatan. Pemerintah ingin penanganan sampah dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Dari BRIN kita punya teknologi tadi macam-macam itu, mulai dari rumah tangga, RT, RW, kecamatan, dan seterusnya,” kata tokoh yang akrab disapa Zulhas itu di Jakarta, Selasa (19/5/2026) lalu.
Pemerintah mempercepat implementasi pengolahan sampah menjadi energi sesuai mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Sebelumnya, pemerintah fokus pada pengolahan sampah menjadi listrik melalui teknologi insinerator atau waste to energy.
Kini, pemerintah juga mulai mendorong penggunaan teknologi pirolisis untuk menangani timbunan sampah lama yang sudah menggunung di berbagai TPA besar. Teknologi tersebut disiapkan untuk mengubah sampah lama menjadi bahan bakar minyak (BBM) terbarukan.
“Nah, sekarang kita kerja sama lagi dengan Pak Sigit dan dari TNI. Teknologinya nanti dari BRIN dan Dikti, yang ada empat di situ,” ujar Zulhas.
Menurut dia, ada persoalan serius akibat tingginya volume sampah di sejumlah daerah. Gunungan sampah di beberapa lokasi disebut telah mencapai setinggi 16 gedung, termasuk di kawasan Bantar Gebang.
Zulhas menuturkan penanganan sampah kini tidak lagi dipandang sekadar persoalan lingkungan, melainkan bagian dari agenda besar kemandirian energi nasional. Ada kolaborasi Danantara, PT Pindad, TNI AD, serta kementerian terkait untuk mempercepat implementasi program tersebut.
“Artinya pengolahan sampah tidak lagi dilihat sebagai beban, tetapi sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional,” tutur Menko Pangan.
.png)
4 hours ago
6















































