Buka Penas Petani-Nelayan di Gorontalo, Gibran Tekankan Kemandirian Pangan dan Tata Kelola Pertanian

16 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Pekan Nasional (Penas) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Dalam sambutannya, Gibran menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika global sekaligus membenahi tata kelola sektor pertanian dan perikanan.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama sejumlah pejabat kementerian, anggota DPR, kepala daerah, serta perwakilan petani dan nelayan dari berbagai daerah.

Membuka sambutannya, Gibran menyampaikan apresiasi kepada petani dan nelayan yang disebutnya sebagai garda terdepan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Terima kasih para petani dan nelayan, garda terdepan kemandirian pangan,” kata Gibran.

Menurut Gibran, kemandirian pangan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terlebih dalam situasi global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif.

“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” katanya.

Meski demikian, ia menilai tantangan yang dihadapi sektor pangan masih besar, terutama terkait tata kelola.

“Namun di sisi lain, tantangan kita juga besar, terutama soal tata kelola. Mulai dari menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul, dan akses permodalan,” katanya.

Gibran juga menyinggung pentingnya kepastian pasar bagi petani, stabilitas harga, hingga distribusi pupuk subsidi.

“Kepastian off-taker, stabilitas harga, mekanisme pergudangan, penyaluran pupuk bersubsidi yang efisien dan tepat waktu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gibran memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas penyederhanaan regulasi distribusi pupuk.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang sudah memangkas 145 regulasi syarat distribusi pupuk yang sekarang ini dinikmati oleh seluruh petani,” ujarnya.

Ia juga menyinggung langkah revitalisasi industri pupuk nasional.

“Ada juga revitalisasi dan pembangunan tujuh pabrik pupuk dan juga penyedia bahan baku pupuk yang sedang dilakukan. Pabrik yang sudah tua dan kurang efisien direvitalisasi; ada di Palembang, Karawang, Gresik, Bontang, Lhokseumawe, dan Papua,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |