Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Teras Malioboro Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, PALI -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sasaran Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 seluruh pelaku ekonomi termasuk para pelaku usaha ekonomi digital.
"Pada Sensus Ekonomi 2026, merupakan hal yang istimewa. Karena mencakup lapangan usaha pertanian, termasuk mencakup ekonomi digital. Ini hal yang baru, mungkin 10 tahun lalu belum ada," kata Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiawan di Palu, Ahad (21/6/2026).
Penegasan itu disampaikan Dadang Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, yang bertepatan dengan hari bebas berkendara.
Sebagai simbol dukungan terhadap pelaksanaan SE2026, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membacakan deklarasi sebagai bentuk komitmen dalam menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta mendukung penyediaan basis data ekonomi yang berkualitas.
"Ini merupakan amanat Undang-Undang, yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali," ujar Dadang.
Dia menjelaskan Sensus Ekonomi 2026, merupakan kegiatan strategis yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia hingga tingkat daerah.
Pendataan lapangan SE2026 berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS menerjunkan 3.210 petugas untuk mendata sekitar 1,5 juta pelaku usaha di Sulawesi Tengah.
"Semua akan dilakukan pendataan, kami berharap semua lapisan masyarakat, menerima petugas sensus dengan senang hati," kata Dadang.
Masyarakat Sulteng diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan SE2026 melalui gerakan TIR, yaitu terima kedatangan petugas sensus, isi data dengan benar dan lengkap, serta rahasia data yang diberikan dijamin dan dilindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
sumber : Antara
.png)
1 hour ago
3






































