BNPB: Tim gabungan tangani 5,3 hektare kebakaran lahan di Banjar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim gabungan terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran lahan Banjar yang telah menghanguskan sekitar 5,3 hektare area terbuka di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Insiden karhutla Kalimantan Selatan ini terjadi secara simultan di dua desa sejak Sabtu (20/6).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bersama tim gabungan dari berbagai unsur kedaruratan langsung dikerahkan ke lokasi terdampak. Mereka bertugas melakukan pemadaman dan lokalisasi titik api.
Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, amukan api membakar vegetasi lahan yang tersebar di dua kecamatan. Rinciannya meliputi dua hektare lahan di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, serta 3,3 hektare lahan di Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura.
Progres Pemadaman
Mengenai perkembangan mutakhir, Abdul menjelaskan bahwa sebaran api di kawasan Desa Simpang Lima sudah berhasil dikendalikan dan dipadamkan total oleh petugas. Sementara itu, upaya pemadaman masih terus difokuskan di wilayah Desa Pesayangan.
"Untuk titik api di Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, untuk lahan di wilayah Desa Pesayangan masih dalam proses pemadaman," ujar Abdul Muhari di Jakarta, Senin.
Imbauan BNPB
Terkait maraknya potensi karhutla seiring masuknya musim kemarau, BNPB mengimbau otoritas daerah dan masyarakat di Kalimantan Selatan untuk memperkuat pengawasan darurat. Patroli darat juga perlu ditingkatkan guna mencegah meluasnya kebakaran.
BNPB secara khusus meminta seluruh pihak untuk menghindari segala bentuk aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar. Praktik ini dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
5 hours ago
1
















































